21 September 2021, 22:15 WIB

Aparat Harus Ungkap Jika Ada Aktor di Balik Kekerasan Terhadap Pemuka Agama


Bayu Anggoro | Nusantara


APARAT keamanan diminta mengungkap kasus penyerangan terhadap
pemuka agama yang kembali terjadi. Selain menyebabkan rasa takut di
masyarakat, jika dibiarkan hal inipun akan berdampak konflik horizontal.

Ketua Bidang Pemberdayaan Dai Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia,
Misbahul Anam, mengutuk keras pelaku kejahatan tersebut. Dia pun meminta aparat segera mengungkap jika ada dalang di balik peristiwa ini.

"Belum hilang dari ingatan kita peristiwa penusukan kepada Syekh Ali
Jaber di Lampung pada 2020, kini kejadian yang lebih tragis terjadi kembali menimpa para da'i," katanya, Selasa (21/9).

Dia meminta aparat untuk lebih serius dalam menangani kasus ini. "Saya
mendesak agar pihak berwajib tidak main-main dengan peristiwa semacam
ini," tegas Misbah.

Dia khawatir jika nanti pihak berwajib lalai mengungkap siapa dalang di balik semua ini, akan berulang kejadian serupa bahkan berujung masalah yang tidak diinginkan bersama.

Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia semenjak berdiri tahun 1967 telah menempatkan ribuan da'i di seluruh pelosok Indonesia untuk membina iman dan akhlak kaum Muslimin untuk menjadi Muslim yang baik.

"Kekerasan yang terjadi ini membuat kami mengirim sinyal siaga satu kepada ribuan da'i untuk bersiap siaga terhadap segala kemungkinan. Kami tidak mau kecolongan," ujar Misbah.

Ia juga telah meminta secara khusus kepada bidang yang mengurus da'i di
Dewan Da'wah untuk melakukan langkah-langkah antisipatif, dengan
menghubungi aparat setempat jika dirasa ada hal-hal yang mencurigakan
saat melaksanakan tugas -tugas mereka membina masyarakat di lapangan.

"Para dai kami selama ini selalu bermitra dengan pejabat dan aparat
terkait di dalam melaksanakan tugas-tugas dakwahnya. Oleh sebab itu kami meminta dengan serius agar Kapolri dan Panglima TNI menginstruksikan secara khusus para aparat di bawahnya untuk melindungi kerja-kerja da'wah para da'i kami di lapangan," tegas Misbahul Anam. (N-2)

 

BERITA TERKAIT