21 September 2021, 22:10 WIB

Rumah Zakat Bantu Gerobak untuk Pedagang Kecil di Bandung Raya


Bayu Anggoro | Nusantara

SEJUMLAH pelaku UMKM di Bandung Raya yang terdampak pandemi
mendapat bantuan gerobak dari Rumah Zakat. Bantuan itu diharapkan bisa membangkitkan kembali roda perekonomian mereka yang tergerus akibat situasi ini.

CEO Rumah Zakat, Nur Efendi, menjelaskan, pihaknya menyalurkan Gerobak
Wakaf untuk para pelaku UMKM terdampak pandemi dengan harapan bisa
membantu aktivitas pedagang kecil. Untuk tahap pertama ini sebanyak 24
Gerobak Wakaf UMKM disalurkan kepada para pelaku usaha di Bandung Raya.

Menurutnya, ini merupakan bagian dari program Wakaf Produktif sebagai
kontribusi memulihkan sektor ekonomi dimulai dari sektor UMKM. "Upaya
pemulihan ekonomi ini merupakan rangkaian program respon covid-19 yang
diinisiasi Rumah Zakat sebagai program jangka panjang," katanya, Selasa
(21/9).

Selain itu, dalam upaya jangka panjang ini pihaknya juga menyalurkan
bantuan produktif lainnya seperti padatkarya produktif, bantuan UMKM,
serta Petani Berdaya. "Gerobak Wakaf ini adalah salah satu program yang
bertujuan untuk membantu para pelaku UMKM untuk bangkit," tambah Nur Efendi.

Untuk selanjutnya implementasi program Gerobak Wakaf akan menyasar
seluruh wilayah di Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Targetnya ada
10.000 pelaku UMKM yang akan dibantu oleh Rumah Zakat bersama donator
dan mitra.

Hingga saat ini sudah ada 3.447 pelaku UMKM dari beragam sektor usaha
yang dibantu oleh Rumah Zakat. Mulai dari bidang jasa, warung, kerajinan tanngan, sandang, peternakan, pertanian, perikanan, hingga makanan dan minuman.

"Para pelaku UMKM yang dibina ini tersebar di 1.692 Desa Berdaya yang
ada di 33 provinsi. Kami berharap bantuan ini dapat membantu mereka
untuk kembali berdaya," tambah Chief Waqf Officer Rumah Zakat, Soleh
Hidayat.

Nantinya para pelaku UMKM yang dibantu akan diseleksi terlebih dahulu
oleh tim program dan relawan Rumah Zakat. Sehingga nantinya akan
terpilih para pelaku usaha yang berhak menerima bantuan.

Semenjak pandemi melanda, banyak pelaku usaha UMKM yang terdampak. Bank
Indonesia menyebutkan sebanyak 87,5% UMKM terdampak pandemi
covid-19. Berdasarkan data dari Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo)
sekitar 26 juta UMKM tumbang karena pandemi covid 19.

Pemulihan ekonomi di sektor UMKM menjadi tanggung jawab semua elemen,
mulai dari pemerintah, swasta, bahkan lembaga-lembaga filantropi. Pulihnya sektor UMKM akan menjadi stimulus perbaikan ekonomi nasional. (N-2)

BERITA TERKAIT