19 September 2021, 19:50 WIB

Aparat Ultimatum Empat DPO Teroris MIT


M Taufan SP Bustan | Nusantara

PRAJURIT Polri dan TNI yang tergabung dalam Satsan Tugas Operasi Madago Raya memastikan akan terus memburuh empat anggota teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tersisa yang bersembunyi di hutan dan pegunungan Poso, Parigi Moutong, dan Sigi, Sulawesi Tengah.  

Kepala Penanggung Jawab Kendali Operasi Satgas Madago Raya, Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan, kelompok teroris yang telah terafiliasi dengan ISIS itu semakin melemah. "Kami ingin membebaskan Sulawesi Tengah dari aksi terorisme. Karena itu, mereka akan terus diburu sampai dapat ditangkap hidup atau mati," kata Rudy di Polres Parigi Moutong, Minggu (19/9).  

Menurutnya, empat orang DPO teroris yang tersisa itu adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Rukli, dan Suhardin alias Hasan Pranata. "Jika mereka menyerahkan diri akan diproses hukum. Namun, jika mereka tidak menyerahkan diri, Satgas akan terus melakukan pengejaran," tegas Rudy.  

Rudy yang juga menjabat Kapolda Sulteng meminta kepada seluruh warga yang berada di wilayah operasi mulai dari Poso, Parigi Moutong, hingga Sigi untuk membantu Satgas. "Jika ada warga yang melihat empat DPO itu di wilayahnya masing-masing, langsung laporkan ke Satgas terdekat," ujarnya.  

Rudy memastikan, warga yang bermukim di seputaran wilayah operasi tetap aman dari gangguan para DPO teroris. "Di setiap wilayah operasi ada pos pengamanan berisi Satgas. Kami pastikan warga yang beraktivitas misalnya di kebun mereka aman," tandasnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT