19 September 2021, 12:04 WIB

Petani Pandeglang Peroleh Bantuan Akses Air Bersih dan Sanitasi


Mediaindonesia.com | Nusantara

SELAMA ini masyarakat di Desa Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, kesulitan mengakses air bersih ketika mulai memasuki musim kemarau. Syukurnya, kini ada bantuan sumur dan fasilitas sanitasi berupa tempat cuci tangan, kamar mandi umum, dan masker kesehatan bagi petani dari PT East West Seed Indonesia (EWINDO) produsen benih sayuran Cap Panah Merah.

"Kami sangat senang dan berterima kasih dengan adanya fasilitas ini. Bantuan itu datang tepat waktu karena area ini di luar musim hujan sangat kesulitan akses terhadap air bersih," kata Sukra, Ketua Kelompok Tani Karya Tani, sebagai perwakilan petani Pandeglang. 

Selain membangunkan akses air bersih dan sanitasi, Ewindo juga membantu memulihkan ekonomi warga setempat yang terdampak pandemi covid-19 yang menyasar 30 keluarga dan penduduk sekitar. Deputy Seed Operation Director Ewindo Joko Sareh Utomo dalam keterangan tertulis, Minggu (19/9), mengatakan program ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat, khususnya para petani produsen benih hortikultura mitra Ewindo di Pandeglang. 

"Pemberian bantuan ini sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada petani mitra kita di Pandeglang, Banten. Tujuannya, petani mendapatkan akses air bersih dalam mengantisipasi kekeringan dan mengoptimalkan potensi wilayah mereka. Selain itu, kegiatan pendampingan dan pembinaan akan terus kami lakukan," papar Joko.

Sebelumnya, Ewindo mendonasikan sumur untuk akses air bersih, kamar mandi, dan musala bagi petani dan warga kurang mampu di Desa Sumur Laban, Pandeglang, Banten. Selain itu, di Kecamatan Patia, Angsana, dan Sobang, Pandeglang, Ewindo memperbaiki sejumlah 10 buah toilet di rumah-rumah petani agar lebih layak digunakan.  

Wakil Ketua Kelompok Tani Karya Tani Enjoh mengimbuhkan selama ini petani banyak mendapatkan manfaat transfer teknologi dan pendampingan dalam memproduksi benih unggul bagi Ewindo. Terlebih lagi, perusahaan juga menyerap hasil panen petani dengan harga yang kompetitif. "Kami tidak khawatir dengan harga karena sudah ada perusahaan yang akan membeli dengan harga yang pasti," kata Enjoh.

Enjoh berharap kerja sama tersebut dapat berjalan terus dan semakin banyak petani yang mendapatkan manfaat dari kemitraan ini. "Kerja sama ini sangat menguntungkan petani karena kami tinggal fokus melakukan budi daya dan meningkatkan hasil panen," tegas Enjoh.

Ewindo saat ini bekerja sama dengan 17.000 petani produksi benih di Jawa Timur, Banten, dan Lampung. Hasil panen petani diserap secara langsung oleh perusahaan. Selain itu, Ewindo juga membina sekitar 7 juta petani sayuran di seluruh Indonesia.  

Sebelumnya, Ewindo membantu pembangunan jembatan di Banyuwangi yang membuat akses petani lahan pertanian semakin mudah. Perusahaan juga menggandeng Universitas Jember untuk mengolah sisa hasil ekstraksi dari pertanian produksi berupa sekitar 3.000 ton labu yang diolah menjadi berbagai produk. "Kami optimistis dengan antisipasi perubahan iklim dan pola kemitraan yang tepat, sektor pertanian dapat menjadi penyangga di masa krisis akibat pandemi covid-19," tutup Joko Sareh Utomo. (OL-14)

BERITA TERKAIT