17 September 2021, 14:30 WIB

MSIG Indonesia Dukung Pendidikan Anak SD di Paliyan, Yogyakarta


mediaindonesia.com | Nusantara

MSIG Indonesia menyelenggarakan virtual seremoni penyerahan donasi berupa 6.000 buah atau 1.500 set buku edukasi protokol kesehatan Covid-19 pada anak kepada 12 sekolah di Paliyan, Yogyakarta, sebagai persiapan pelaksanaan sekolah tatap muka pada wilayah tersebut.

Selain penyerahan donasi pendidikan tersebut, acara ini sekaligus menjadi penutupan rangkaian penyelenggaraan kompetisi menggambar tingkat sekolah dasar yang merupakan implementasi dari edukasi pelestarian keanekaragaman hayati yang dilaksanakan MSIG Indonesia sejak bulan Agustus 2021 yang lalu.

Sebelumnya,MSIG Indonesia telah menyerahkan sejumlah 225 paket edukasi pelestarian keaneakaragaman hayati yang terdiri dari buku ensiklopedia pelestarian keanekaragaman hayati ‘Bumi Kita’ yang diterbitkan oleh Bhuana Ilmu Populer-Gramedia, pensil warna, buku gambar, stiker edukatif, kertas lipat dan alat tulis.

Bantuan tersebut diharapkan menjadi sumber edukasi bagi para siswa di wilayah tersebut untuk melatih kreativitas sekaligus membangun pemahaman pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar sejak dini.

Dalam sambutannya, Jumat (17/9), Takashi Ogita, Direktur MSIG Indonesia mengatakan, “Inisiatif ini merupakan kontribusi nyata MSIG Indonesia untuk berperan dalam penanggulangan Covid-19 danpengembangan pendidikan di wilayah Paliyan, Yogyakarta, yang sejalan dengan misi kami untuk menciptakan masyarakat yang dinamis dan turut serta menjaga masa depan bumi.”

Selain itu, Takashi Ogita menambahkan bahwa, kondisi pandemi Covid-19 yang berlangsung selama 2 tahun terakhir telah memberikan dampak signifikan secara material maupun non material, tidak hanya kepada orang dewasa namun juga anak-anak.

Oleh karena itu MSIG Indonesia meyakini bahwa keberhasilan Proyek Pemulihan dan Pelestarian Hutan di Kawasan Suaka Margasatwa Paliyan, tidak hanya ditinjau dari sisi kuantitas lingkungan hidup yang berhasil direstorasi namun juga harus seiring dengan pemulihan kualitas sumber daya manusia di sekitarnya, sehingga siap untuk menghadapi tantangan pasca Covid-19.

Ke-12 sekolah dasar yang menerima donasi pendidikan dan melibatkan siswanya dalam kompetisi menggambar antara lain MI Yappi Banjaran, SD Muhammadiyah Karangduwet, SDN Paliyan I, SDN Paliyan II, SDN Paliyan IV, SDN Paliyan V, SDN Trowono I, SDN Karang Asem yang berlokasi di kecamatan Paliyan serta MI Yappi Karang, SDN Kepek I, SDN Kepek II dan SDN Jetis I di kecamatan Saptosari, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Pandemi Covid-19 mengharuskan para orang tua dan tenaga pendidikan untuk mampu menemukan solusi kegiatan edukatif yang aman dan membangunbagi anak-anak di rumah.

Namun, keterbatasan akses internet dan sumber pendidikan di luar sekolah yang dialami sejumlah besar anak-anak dari kategori kurang mampu di Indonesiamenjadi kendala besar dalam dunia pendidikan nasional.

Menurut Kemendikbud, mengungkap masih ada 12.000 sekolah yang tak memiliki akses internet di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T), serta 48.000 sekolah dengan jaringan internet yang buruk di penjuru daerah.

Fakta tersebut menjadi pertimbanganmendasar bagi MSIG Indonesia untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan pelestarian keanekaragaman hayati yang tidak hanya edukatif namun juga merangsang kreativitas siswa sekolah dasar.

Kegiatan kreatif seperti menggambar, melukis, mewarnai, melipat-menempel dan lain sebagainya, menjadi sarana ampuh yang bisa menstimulasi perkembangan otak kiri anak sekaligus menjadi sarana hiburan bagi anak-anak yang tidak bisa bermain keluar rumah selama masa pandemi.

Selain itu, buku-buku edukasi keanekaragaman hayati yang kami pilih dalam kegiatan ini diharapkan bisa menjadi sumber pengetahuan yang menarik bagi siswa, sehingga melatih minat baca siswa sejak dini.

Antusiasme siswa sekolah dasar di Paliyan terhadap kegiatan ini terbukti dengan jumlah siswa yang berpartisipasi hingga penutupan kompetisi pada akhir Agustus 2021 yang lalu sejumlah 1.265 siswa atau sebesar 89% dari jumlah sekolah dasar di Paliyan.

Para pemenang kompetisi menggambar ini, masing-masing mendapatkan smartphone sebagai sarana pendukung untuk menjalani kegiatan belajar mengajar baik di sekolah maupun di rumah.

Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah telah dilakukan oleh perwakilan MSIG Indonesia di Paliyan, Yogyakarta kepada kepala sekolah dari masing-masing sekolah siswa yang berhasil memenangkan kompetisi pada tanggal 15 September 2021 yang lalu.

Pembelajaran tatap muka akan dilakukan serentak apabila tidak ada lagi wilayah di Indonesia yang masih berstatus PPKM Level 4. Nantinya, anak berusia di bawah 12 tahun yang belum mendapat vaksin Covid-19 tetap diizinkan untuk sekolah tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat

Ketika Sekolah tatap muka dilakukan maka keamanan siswa menjadi tanggung jawab orangtua, guru, maupun pihak lain yang bersinggungan dengan kegiatan sekolah tatap muka anak.

Oleh karena itu, pemahaman mengenai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang tepat dan terarah menjadi hal yang sangat penting terutama bagi anak-anak.

MSIG Indonesia memahami kebutuhan atas sarana edukasi berupa panduan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang akurat dengan pemaparan yang sesuaibagi anak-anak sekolah dasar, sehingga mereka dapat dengan mudah memahami dan mengingat protokol yang harus mereka lakukan ketika bertatap muka di sekolah.

"Oleh karena itu, setelah melakukan kurasi dengan saksama, kami memutuskan untuk memberikan dukungan kepada sekolah-sekolah dasar di Paliyan sejumlah buku panduan protokol Covid-19 berjudul ‘Seri Aman Bersekolah’ yang disusun oleh Nindia Maya, Watiek Ideo, Fitri Kurniawan dan Luluk Nailufar," papar  Takashi. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT