15 September 2021, 14:55 WIB

Bupati Ciamis Monitoring Pelaksanaan Tatap Muka di Sekolah Sambil Bagikan Masker


Kristiadi | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Ciamis, Jawa Barat secara resmi telah mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di awal September lalu. PTM ini hanya bagi sekolah yang berada di wilayah zona hijau dan kuning dengan selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pelaksanan kegiatan pembelajaran tersebut, pelajar wajib memakai masker di dalam sekolah maupun di luar.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan, pihaknya berupaya melakukan monitoring ke setiap sekolah salah satunya SDN 1 Maleber dengan memberikan edukasi dan semangat kepada para tenaga pengajar serta para anak didik agar belajar sungguh-sungguh mematuhi protokol kesehatan mulai memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membasi mobilitas.

"Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah yang telah dilakukannya sekarang ini karena, Kabupaten Ciamis masih tetap berada di level 2 harus melanjutkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPPM). Kami, meminta agar Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan harus memberi kebijakan PTM bisa dilakukan dengan kriteria zonasi," katanya, Rabu (15/9/2021).

Ia mengatakan, pembelajaran tatap muka ini diharapkan dapat berjalan dengan baik supaya para guru dan siswa wajib mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dengan menerapkan 5M mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas. Namun, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka sekarang ini sudah terlihat dan berjalan cukup baik dan tetap para siswa bisa disiplin berada di sekolah maupun di rumah.

"Para siswa juga sangat antusias mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah dan kami juga tetap harus memberikan masker kepada mereka agar selalu dipakainya dan mengingat pada proses pembelajaran yang dilakukannya secara daring memang tidak maksimal. Saya, sempat bertanya pada salah seorang siswa dalam pelajaran tatap muka, mereka mengaku sangat senang sekali dapat melakukan belajar di dalam kelas," ujarnya.

Menurutnya, pihaknya menekankan kepada para siswa lain untuk terus disiplin mematuhi protokol kesehatan jika ingin melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah dan juga harus selalu memperketat aturan supaya tidak terjadinya kasus Covid-19 tidak kembali tinggi dan pembelajaran tatap muka terbatas supaya terus dilaksanakan. Pembelajaran yang telah berjalan, memang semua sekolah sekarang ini memiliki sistem ganjil genap.

"Kami berharap di level 2 PPKM ini siswa siswi dan masyarakat pada umumnya tidak euforia terutamanya jangan abai terhadap prokes dan tetap menerapkan aturan 5 M sehingga PTM bisa terus dilaksanakan dengan sistem ganjil genap contohnya siswa yang masuk sekarang besoknya harus daring (online) termasuknya perekonomian masyarakat bisa berangsur membaik dan saya optimistis akan kembali turun di level 1 di Jawa-Bali," pungkasnya. (AD/OL-10)

BERITA TERKAIT