15 September 2021, 17:36 WIB

Pengunaan Aplikasi Pedulilindungi Di Tempat Wisata Bandung Barat Terkendala Sinyal


Depi Gunawan | Nusantara

PENGGUNAAN aplikasi Pedulilindungi sebagai syarat masuk fasilitas umum seperti tempat wisata belum sepenuhnya bisa diterapkan di Kabupaten Bandung Barat. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bandung Barat mengakui, kendala sinyal menjadi penyebab beberapa tempat wisata belum siap menggunakan aplikasi tersebut.

"Akan sulit diakses di lokasi wisata yang sinyalnya belum memadai. Misalnya, pengunjung The Lodge Maribaya sulit log in karena sinyal di sana kurang bagus," kata Kepala Disparbud Bandung Barat, Heri Partomo, Rabu (15/9).

Tidak hanya tempat wisata, penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga akan diperluas hingga ke cafe,  restoran, dan pusat perbelanjaan. Sejumlah pengusaha kafe dan restoran sudah merespon dengan mengajukan QR Code aplikasi PeduliLindungi namun belum ditanggapi oleh penyedia layanan.

"Kita terima laporan dari beberapa owner terkait aplikasi PeduliLindungi, tapi belum ada jawaban dari sana. Sebetulnya harus sinergis, kalau di kita sudah siap tapi dari sananya belum, kan sulit," tuturnya.

Agar protokol kesehatan benar-benar diterapkan, Disparbud Bandung Barat, jelas Heri menginstruksikan pengelola kafe dan restoran melakukan pengecekan sertifikat vaksinasi Covid-19 pengunjung secara manual. "Sekarang manual dulu pengecekan, yang penting kan sudah ada bukti bahwa pengunjung sudah divaksin," ucapnya.

Di sisi lain, terkait anak di bawah usia 12 tahun yang bakal dilarang masuk ke kafe, restoran dan tempat wisata, Heri juga menyebutkan bahwa hal itu bakal berat jika diterapkan di Bandung Barat.

"Sejauh ini untuk restoran dan kafe masih dibolehkan, tetapi tempat wisata sudah tidak bisa karena ada aturannya. Jika diterapkan bakal berat karena tujuan wisata kan mengajak anak-anak, bukan orangtuanya," jelasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT