15 September 2021, 16:52 WIB

Pesawat Rimbun Air Hilang, Kantor di Bandung Tutup


Naviandri | Nusantara

PESAWAT seri Twin Otter 300 PK-OTW milik maskapai penerbangan Rimbun Air Cargo dinyatakan hilang kontak di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu (15/09) pagi. Pihak Basarnas pun dikerahkan bersama otoritas bandara wilayah X Merauke guna melakukan pencarian pesawat nahas tersebut.

Upaya pencarian informasi lanjutan terkait kondisi dan penyebab musibah itu pun coba ditelusuri. Media Indonesia mendatangi kantor maskapai Rimbun Air yang berada di Jalan Peta Nomor 188, Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/9).

Namun, bangunan bercat putih dan berlantai tiga tersebut yang merupakan gedung perkantoran bersama itu justru sepi dari aktivitas kegiatan pegawai pada umumnya. Bahkan, rolling door serta pagar yang digunakan sebagai akses masuk menuju perkantoran bersama dengan Lions Parcel dan Istana Poly itu terkunci rapat.

Baca juga: Rimbun Air Batal Mendarat karena Cuaca Kabut

Menurut salah seorang pegawai di salah satu perkantoran yang terletak di samping kantor Rimbun Air, Ngkus, 49, mengatakan bahwa tidak ada aktivitas kegiatan pegawai di perkantoran bersama tersebut sejak pagi hari tadi. Dirinya mengaku, tidak mengetahui alasan kantor tersebut tidak beroperasi pada hari ini.

Soalnya, pada beberapa hari lalu aktivitas operasional kegiatan perkantoran berjalan normal pada umumnya. "Enggak tahu Kang kenapa kantor Rimbun Air tutup dan tidak ada kegiatan dari pagi tadi. Padahal hari-hari sebelumnya aktivitasnya normal seperti biasa," jelasnya.

Disinggung terkait musibah yang menimpa Rimbun Air hari ini, Ngkus mengaku belum mengetahuinya. "Saya belum tahu. Memangnya ada apa dengan pesawat Rimbun Air?" tanyanya.

Baca juga: TNI/Polri Segera Evakuasi Pesawat Rimbun Air

Namun, Ngkus tampak terkejut setelah informasi mengenai hilang kontaknya salah satu pesawat Rimbun Air di wilayah Kabupaten Intan Jaya. "Masyaallah, saya baru tahu informasi ini. Pantas dari pagi kok tutup terus tidak seperti biasa," ujar Ngkus. (Naviandri/OL-14)

BERITA TERKAIT