15 September 2021, 05:42 WIB

PT Agra Surya Energy-UGM Kerja Sama Bangun EBT di Kampus


Ardi Teristi H | Nusantara

PT Agra Surya Energy bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada terkait pembangunan energi baru terbarukan (EBT). Kerja sama ini sesuai dengan visi pemerintah Indonesia untuk mencapai target energi baru terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025.

"PT Agra Surya Energy turut mendukung dan mengambil bagian untuk berperan aktif dalam mendorong pencapaian target melalui Pembangunan PLTS Atap di Indonesia," ujar Direktur Utama PT Agra Surya Energy Harvey Tjokro usai penandatanganan kerja sama, Selasa (14/9) sore.

Ia menyebut, kerja sama ini meliputi empat poin, yaitu pemasangan PLTS di kawasan UGM dan pendirian Badan usaha bersama bidang Energi Baru Terbarukan. Dua poin yang lain adalah pembangunan Monumen Energi di UGM dan Sinergi Industri dengan kampus untuk pengembangan penelitian EBT, startup serta pelatihan untuk mahasiswa.

Harvey Tjokro berharap kerja sama dengan UGM dapat berdampak segera bagi pembangunan PLTS Atap di Indonesia.

"UGM adalah sebuah asset sangat besar yang dimiliki bangsa, di bidang Human Capital, kami berharap melalui kerja sama ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas untuk mendapatkan EBT, hanya dengan peran kita bersama-sama, bersatu untuk mempercepat target bauran EBT Nasional," papar dia.

Baca juga: Aturan Wajib Pembelian Listrik EBT Dinilai Bebankan Negara

Posisi Indonesia sangat penting untuk mempercepat pembangunan PLTS di segala sektor sebagai salah satu pilihan Energi Baru Terbarukan yang paling efesien, mudah, murah dan cepat diapplikasikan. Presiden Joko Widodo pada 2015 pun telah menandatangani Perjanjian Paris (Paris Agreement) terkait Perubahan Iklim.

Ia menyebut, PT Agra Surya Energy terus membangun PLTS di berbagai lokasi di seantero Nusantara dengan target 2 Gigawatt lebih dalam 3 tahun ke depan.

Saat ini, PT Agra Surya Energy masih membangun PLTS Atap di perusahaan Pengolahan Pangan swasta nasional sebesar 100 MW, beberapa pabrik, dan industri nasional maupun asing sampai dengan 500 MW. Pembangunan PLTS Atap di kawasan Gedung DPR/MPR ditargetkan selesai terpasang pada akhir 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UGM Prof Panut Mulyono menyampaikan pihaknya menyambut baik kerja sama tersebut.

"Ini sesuai dengan kepedulian UGM dalam memberikan perhatian pada pembangunan energi baru terbarukan. Dengan kerja sama ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya energi baru terbarukan," papar dia.

Kerja sama tersebut, kata dia, sekaligus menjadi momentum pembelajaran bagi civitas akademika UGM, terutama yang memiliki konsen pemanfaatan EBT. Panut pun berharap, kiprah Indonesia dalam pembangunan EBT diharapkan tidak hanya di dalam negeri, tapi juga luar negeri.(OL-5)

BERITA TERKAIT