14 September 2021, 18:50 WIB

800 UKM dari Tegal Hingga Aceh Terima Bantuan Jaring Pengaman Usaha 


Iis Zatnika | Nusantara

Ratri Wijaya, pemilik Rumah Batik Wijaya yang bermarkas di Bandung, Diana, yang mengelola angkringan Dhuwur Guci di Tegal serta Elva Junia pendiri Krips Chips, camilan keripik pisang asal Banda Aceh dipertemukan dalam acara Pembekalan dan Pengikatan Komitmen Perjanjian Kerjasama Calon Penerima Bantuan Insentif Pemerintah Jaring Pengaman Usaha (BIP JPU) 2021 di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, hari ini, Selasa (14/9). 

"Kami memproduksi batik dengan ciri utama patch work pada baju-baju ready to wear. Bantuan ini akan sangat membantu karena kami sangat terdampak oleh pandemi, selama ini kami selalu ikut pameran di dalam dan luar negeri dan selama dua tahun ini tidak ada pameran, terakhir ada agenda pameran di Rusia, namun tidak bisa berangkat. Kami juga tidak bisa mengandalkan penjualan di mal yang sempat ditutup," kata Ratri Wijaya ketika ditanya oleh Menparekraf Sandiaga Uno tentang kondisi usahanya. 

Dukungan dari pemerintah melalui BIP JPU, kata Ratri, akan menambah semangat untuk terus bertahan dan berinovasi di tengah situasi yang tidak mudah. Ciri khasnya yang bermain dengan patch work sehingga memungkinkan batik tampil dalam gaya yang lebih segar, diyakini Ratri akan menjadi kunci suksesnya bertahan. 

Sandiaga memaparkan, BIP JPU akan diterima 800 UKM di bidang kriya, kuliner dan fesyen senilai Rp10 juta yang diharapkan bisa membantu roda operasional usaha sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang mereka ajukan. Para UKM itu sebelumnya melalui proses kuransi dan verivikasi dari sebanyak 17.226 pendaftar. Selain pemberian dana, BIP JPU juga dibarengi pendampingan dan kesempatan berjejaring.

Sementara, Diana yang usaha kulinernya Angkringan Dhuwur Guci ditutup selama pemberlakuan PPKM menyatakan bantuan itu akan sangat berguna bagi pihaknya yang kini hanya bisa mengandalkan penjualan lewat Instagram. Kendati begitu, ia menyatakan yang paling ditunggu-tunggu oleh pengusaha di wilayahnya yang sangat mengandalkan wisatawan, adalah pembukaan kembali wisata Guci yang menawarkan sensasi berendam air panas tanpa belerang. 

"Semoga bisa cepat dibuka menyusul 20 lokasi wisata yang sudah dibuka ya Pak," kata Diana yang segera disambut Sandiaga. Ia menyatakan kunci pembukaan pariwisata di suatu daerah kini bukan cuma ditentukan jumlah kasus covid-19, namun juga capaian vaksinasi yang minimal 70%. 

"Bukan cuma kasus positif dan prokes, yang penting juga vaksinasi, semuanya harus berjalan bareng. Yang sudah dibuka pun tidak boleh euforia seperti yang terjadi di Pangandaran, Jawa Barat yang langsung diserbu wisatawan ketika dibuka. Sekarang sudah diberlakukan ganjil genap di sana. Jadi jika semua upaya sudah berjalan baik, maka Guci pun sangat bisa dibuka," kata Sandiaga. 

Harapan tentang UKM yang bisa naik kelas ke pasar daring juga diungkapkan Elva Julia yang kini memproduksi keripik pisang bercitarasa keju, vanila dan cokelat. Elva yang terhubung dengan Zoom memamerkan kemasan camilannya yang sudah bergaya modern. 

"Krips Chips siap dikirim ke seluruh Indonesia, kami sudah ada di Shopee dan Bukalapak," Kata Elva. (*/X-6)    
    

BERITA TERKAIT