14 September 2021, 07:55 WIB

Vaksinasi Rabies di Sikka Sasar Daerah Perbatasan


Gabriel Langga | Nusantara

SEJUMLAH desa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten tetangga menjadi prioritas pemberian vaksin rabies tahun ini. Upaya ini untuk mencegah timbulnya penyakit rabies pada hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kera di wilayah Kabupaten Sikka.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Mauritz da Cunha saat ditemui mediaindonesia.com, Senin (13/9) mengaku saat ini petugas kita sedang fokus melakukan vaksinasi rabies. Yang mana kita lebih fokus dan prioritas bagi desa-desa di Sikka yang berbatasan langsung dengan Kabupaten tetangga.

"Kita prioritaskan bagi desa-desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten tetangga seperti Ende dan Flotim. Hal ini dikarenakan sudah ada kasus rabies di Kabupaten Manggarai Timur. Jadi kita melakukan pemetaan desa. Vaksinasi rabies ini diberikan kepada  desa yang berbatasan dengan wilayah kabupaten lain, sebagai antisipasi mutasi HPR (Hewan Penular Rabies) antar wilayah kabupaten," papar dia

Selain fokus bagi desa-desa di perbatasan dengan kabupaten tetangga, kata dia, vaksinasi rabies juga dilakukan di enam desa di Kecamatan Nita yang pada tahun lalu belum terjangkau program vaksinasi tersebut. Keenam desa itu yakni Desa Nirangkliung, Mahebora, Tilang, Blora, Lusitada, dan Desa Wuliwutik.

Terkait stok vaksin, ia pun mengaku jumlah vaksin rabies yang dialokasikan ke Kabupaten Sikka pada tahun 2021 sangat terbatas. Yang mana kita hanya mendapatkan bantuan vaksin 3500 dosis.  Sehingga kembali dia tegaskan bahwa kita fokus berikan vaksinasi rabies bagi desa-desa yang berbatasan langsung
dengan kabupaten tetangga.

"Vaksin kita peroleh saya sedikit. Kita hanya mendapatkan bantuan vaksin rabies 3.500 dosis yang terdiri 2000 dosis berasal dari APBN dan 1500 dosis dari APBD Provinsi NTT. Sementara untuk APBD tidak ada karena kita kemarin anggaran untuk untuk penyediaan vaksin rabies namun tidak terealisasi akibat dari refocusing anggaran ," tandas dia.

Dia pun mengaku sudah dua tahun pihaknya menganggarkan untuk pengadaan vaksin rabies, namun selalu saja kena refocusing sehingga anggaran untuk pengadaan vaksin menggunakan dana APBD Sikka tidak tersedia."Sudah dua tahun anggaran tidak ada untuk pengadaan vaksin. Sudah dua tahun, anggaran
Vaksin diusulkan tetapi tidak diakomodir," tanda dia.

Meski begitu ia tuturkan program vaksinasi rabies itu sudah dilakukan di sejumlah desa yang menjadi prioritas, sejak Juli hingga Agustus 2021. "Vaksinasi HPR terutama anjing karena tingkat penularan lewat anjing mencapai 98 persen. Hingga bulan Agustus 2021 sudah 2551 ekor anjing divaksin," pungkas dia. (OL-13)

Baca Juga: NasDem Minta Dilakukan Audit Lapas Se-Indonesia

 

BERITA TERKAIT