13 September 2021, 14:35 WIB

Jalan Trans Kalimantan di Kalteng Sepanjang 3,5 Km Ditutup Total


Surya Sriyanti | Nusantara

PEMERINTAH akhirnya menutup total Jalan Trans Kalimantan di Desa Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng) sepanjang 3,5 kilomenter. Penutupan dilakukan akibat tinggi air banjir yang mencapai 1 meter.

Hal ini dikatakan Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kalteng Yulindra Dedy saat dihubungi, Senin (13/9).

Menurut Dedy, dari hasil koordinasi pihaknya dengan Pemkab Pulang Pisau diputuskan mulai tadi malam, Minggu (12/9/2021), ruas jalan yang banjir itu ditutup sementara hingga kondisi kembali memungkinkan untuk dilewati.

Alasan penutupan ini, kata dia, karena badan jalan yang tergenang air mencapai 3,5 kilometer dengan ketinggian air mencapai 50 cm hingga 1 meter sehingga dikuatirkan membahayakan para pengguna jalan. Dan penutupan ini berlaku untuk mobil kecil dan juga truk non-sembako.

''Untuk truk yang mengangkut sembako diperbolehkan melintasi jalan ini, sementara untuk kendaraan lain sementara tidak bisa melintas atau dilarang. Karena itu kami minta kepada warga untuk menunda perjalanan mereka,'' tegasnya.

Untuk diketahui, Jalan Trans Kalimantan yang banjir ini merupakan urat nadi yang menghubungkan Palangka Raya, Ibu Kota Provinsi Kalteng dengan sejumlah kabupaten di daerah aliran sungai (DAS) Barito. Seperti Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Murung Raya, dan Gunung Mas.

Dan jalan Trans Kalimantan Bukit Rawi ini setiap musim penghujan merupakan langganan banjir dan Balai Jalan dan Jembatan wilayah Kalimantan sedang membuat jalan layang disisi jalan sepanjang 3,5 meter namun masih dalam pengerjaan.

Sementara untuk banjir yang memutuskan Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Kabupaten Katingan dan Kotawaringin Timur, dijelaskan Dedy, saat ini kondisinya sudah mulai surut dan kendaraan sudah boleh melintas.

''Saat ini sejumlah pekerja dari Balai Jalan dan Jembatan masih melakukan perbaikan terhadap ruas jalan yang rusak tersebut,'' ujarnya. (SS/OL-10)

 

BERITA TERKAIT