12 September 2021, 19:00 WIB

Pengembangan Pelabuhan Benoa Bali dapat Suntikan PMN Rp1,2 Triliun


Insi Nantika Jelita | Nusantara

PENGEMBANGAN Pelabuhan Benoa Bali dalam konsep Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) mendapat dukungan pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,2 trilliun. Selaku operator, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III akan menggunakan dana tersebut untuk pengerukan alur dan kolam pelabuhan tahap 2 yang merupakan salah satu dari 16 paket pengembangan BMTH. Pernyataan itu diutarakan Direktur Utama Pelindo III Boy Robyanto saat bertemu Gubernur Bali I Wayan Koster, Sabtu (11/9).

"Pengerukan alur dan kolam ditahap ini areanya lebih luas, akan menjangkau hingga area pengembangan pelabuhan di sisi utara Pelabuhan Benoa saat ini, kedalaman akan merata hingga minus 12 meter low water spring (MLWS)," ungkapnya dalam keterangan yang dikutip Minggu (12/9).

Pengerukan alur dan kolam pelabuhan tahap 2 tersebut, sebutnya, kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya pada 2019 lalu. Secara rinci Boy menjelaskan, area yang akan dikeruk yakni kolam dermaga timur, kolam putar, alur pelayaran (pelebaran), kolam dermaga yacht club. Selanjutnya adalah kolam dermaga LNG, curah cair dan petikemas serta kolam dermaga selatan.

 

Pengerukan alur dan kolam pelabuhan dilakukan kembali karena dikatakan pada beberapa area kedalaman alur dan kolam masih belum merata. Kedalaman di area pengembangan pelabuhan misalnya, kedalaman saat ini berkisar antara minus 1-3 MLWS.

Boy memaparkan, area pengembangan sisi utara Pelabuhan Benoa direncanakan untuk area petikemas, curah cair, dan LNG yang terpisah dengan area wisata.

"Sehingga membutuhkan kolam pelabuhan yang dalam, bisa diakses kapal tanker dengan panjang 180 meter dengan bobot 50.000 deadweight tonnage (DWT)," imbuhnya.

Gubernur Bali I Wayan Koster menyambutkan baik pengembangan Pelabuhan Benoa yang dilakukan oleh Pelindo III. Menurutnya, konsep pengembangan BMTH dapat menjadikan Bali sebagai daerah tujuan wisata yang berwawasan budaya dan kearifan lokal Bali. 

Pengembangan tersebut, ucapnya, sejalan dengan visi pemerintah Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, yang lekat akan budaya dan tradisi.

Lebih lanjut, Koster meminta agar pengembangan Pelabuhan Benoa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua pihak. Keterlibatan UMKM juga ditekankan agar perekonomian juga menjangkau seluruh lapisan masyarakat Bali. 

“Masyarakat berhak memperoleh manfaat, sehingga mereka harus dilibatkan, sediakan tempat bagi mereka di Pelabuhan Benoa, agar nantinya saat pandemi ini berakhir mereka juga ikut bangkit seiring dengan kapal pesiar yang kembali datang ke Bali,” pungkas politisi PDIP itu. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT