12 September 2021, 15:33 WIB

PUPR Bangun Kampus UNU Yogyakarta Senilai Rp193 Miliar


Insi Nantika Jelita | Nusantara

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun gedung baru Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta yang berada di Padukuhan Dowangan, Gamping Sleman, DI Yogyakarta. Biaya pembangunan tersebut mencapai Rp193 miliar.

Hal ini disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi pembangunan gedung baru di UNU Yogyakarta, Jumat (10/9).

“Kementerian PUPR akan mendukung inisiatif dan siap bekerja sama dengan UNU Yogyakarta untuk pembangunan gedung kampus baru yang direncanakan mulai dibangun pada Oktober 2021 mendatang," kata Basuki dalam keterangannya, Minggu (12/9).

Gedung UNU Yogyakarta yang akan dibangun seluas 16.769,19 m2, tinggi bangunan 52 m di atas tanah seluas 7.478 m2. Gedung baru ini akan mampu menampung sebanyak 3774 orang mahasiswa dan 151 orang pengajar. Pada gedung baru tersebut, PUPR akan membangun 9 lantai, setiap lantai memiliki fungsi berbeda-beda. Lantai 1 atau Ground Floor misalnya, akan digunakan untuk lobby, ruang UKM, dan ruang MEP. Lantai 2 untuk kantin, ruang kuliah, administrasi, dan Jamaah Corner. Lantai 3 digunakan untuk ruang kuliah, laboratorium, E-Library, Study Lounge, dan Auditorium.

Sedangkan, pada lantai 4 terdapat ruang dosen, ruang kuliah, laboratorium, E-Library, Study Lounge, dan Auditorium. Masjid, hall, perpustakaan di lantai 5 serta roof garden dan masjid di lantai 6. Lantai 7 dan 8 untuk ruang dosen dan dekanat dan yang terakhir lantai 9 untuk rektorat.

"Diharapkan dengan terciptanya bangunan kampus ini dapat meningkatkan keunggulan mutu pendidikan dan lingkungan belajar, sehingga dapat menciptakan SDM unggul yang siap bersaing,” ujar Basuki .

Rencana pekerjaan pembangunan akan dilaksanakan selama 16 mulai Oktober 2021 hingga Februari 2023. Adapun, lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan persiapan, pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur, pekerjaan mekanikal dan plumbing, pekerjaan elektrikal dan elektronika, pekerjaan lansekap, pekerjaan fasilitas penunjang, serta kesehatan dan keselamatan kerja.

“Sesuai dengan perencanaan awal, pembangunan kampus Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta menerapkan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) yang didasarkan petunjuk teknis BGH dari Kementerian PUPR,” jelas Direktur Prasarana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya PUPR Iwan Suprijanto.

Penerapan konsep BGH pada bangunan kampus Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, diharapkan PUPR dapat memenuhi 7 kategori penilaian BGH yaitu pengelolaan tapak, efisiensi penggunaan air, efisiensi penggunaan energi, material ramah lingkungan, pengelolaan air lembah, pengelolaan sampah, serta kualitas udara dalam ruang. (OL-8)

Aaaaaaa

BERITA TERKAIT