12 September 2021, 07:16 WIB

Telusuri Sungai, Gubernur Kalteng Pantau Korban Banjir di Pedalaman Katingan


Surya Sriyanti | Nusantara

GUBERNUR Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menmpang kapal cepat (speed boat) menyusuri Sungai Katingan untuk melihat 700 warga desa yang terisolasi akibat banjir di Desa Asem Kumbang, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan. Dia juga menyalurkan bantuan sembako dan makanan siap saji .

Dari pantauan Media Indonesia bersama tim rombongan Gubernur Kalteng, Sabtu (11/9) sore, perjalanan menuju lokasi yang terisolasi membutuhkan waktu sekitar 1 jam dari ibu kota Kecamatan Kamipang dengan menyusuri Sungai Katingan.

Nampak ratusan rumah warga yang berada di bantaran sungai terendam banjir setinggi hampir 2 meter. Kondisi ini mengakibatkan 700 jiwa warga desa yang berada bantaran sungai sebagian besar meninggalkan rumah untuk mengungsi.

Baca juga: Banjir Landa Empat Kecamatan di Tanah Laut

Dan kalaupun ada yang bertahan, hanya warga yang memiliki rumah di atas sungai atau istilahnya rumah lanting (rumah yang pondasinya terbuat dari batang kayu dan mengapung di atas sungai).

Gubenur Kalteng mengatakan, dia datang ke lokasi penampungan dan meninjau banjir warga di bantaran sungai  untuk melihat secara langsung kondisi warga.

"Dan ternyata benar semua rumah terendam sehingga mereka harus ke penampungan untuk  pengungsi sementara." ujar Sugianto saat mengunjungi warga  Desa Asem Kumbang, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan, Sabtu (11/9) sore.

Dikatakan Sugianto, Pemprov Kalteng menempatkan 1 unit kapal cepat (speedboat) di Kecamatan Kamipang guna melayani masyarakat di pengungsian atau penampungan sementara dan untuk penyaluran sembako dan makan siap saji juga pelayanan kesehatan .

"Kabupaten Katingan diperlakukan khusus karena banjir yang terjadi merupakan kejadian luar biasa. Dan kami ada di tengah -tengah mereka saat mereka kesusahan." ujarnya.

Gubernur juga minta semua melakukan koordinasi terutama saat pascabanjir banyak penyakit yang menimpa para masyarakat korban banjir seperti diare, gatal-gatal dan ISPA.

"Dan ini pembelajaran buat kita kejadian banjir saat ini agar ke depannya penanganannya  bisa lebih baik lagi," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes)  Asem Kumbang Heri Susanto menjelaskan warga sudah sudah empat hari berada di penampungan dan semua warga yang berada di lokasi merupakan warga yang rumahnya berada di bantaran sungai dan mereka menyediakan dapur umum.

"Kalau ada yang sakit, kami langsung rujuk ke rumah sakit atau dokter datang ke lokasi penampungan," ujarnya. (OL-1) 

BERITA TERKAIT