11 September 2021, 21:08 WIB

Operasi SAR Banjir Bandang Di Ngada Dihentikan, Satu Korban Belum Ditemukan


Gabriel Langga | Nusantara

PENCARIAN korban banjir bandang yang menerjang Kampung Malaphedo, Desa Inerie Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (11/9) resmi dihentikan. Hingga kini satu korban hilang belum ditemukan setelah dilakukan pencarian selama delapan hari.

Kepala Kantor SAR Maumere I Putu Sudayana melalui rilis yang dikirim ke mediaindonesia.com, mengatakan selama melakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu korban bencana banjir bandang dalam keadaan meninggal dunia atas nama Maria Boreti Diu. Sedangkan korban lainnya, Michael Japot hingga kini belum ditemukan setela delapan hari tim SAR melakukan pencarian.

Berdasarkan hasil Evaluasi Operasi SAR dengan seluruh potensi SAR, kata dia, kecil peluang Michael Japor ditemukan. Tim menilai, operasi SAR dianggap tidak efektif dan efisien maka operasi SAR dibuka kembali sehingga semua unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

"Tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian dengan maksimal dan sekuat tenaga. Namun korban belum berhasil ditemukan. Sehingga operasi kita resmi ditutup," papar dia.

Meski begitu kata dia, apabila di kemudian hari ada laporan dari masyarakat menemukan korban maka Basarnas Maumere akan merespon untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

"Seluruh Tim SAR Gabungan turut berbela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan atas kejadian banjir bandang di kampung Malaphedo Desa Ineria. Apabila ada laporan dari masyarakat yang menemukan korban maka kita Basarnas Maumere akan merespon untuk menindaklanjuti temuan tersebut," pungkas dia.

Banjir bandang yang menerjang Kampung Malaphedo, terjadi Jumat (3/9) sekitar pukul 22.30 Wita. Banjir terjadi akibat hujan deras yang berlangsung selama berjam-jam. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT