07 September 2021, 13:51 WIB

PPKM di Kota Surabaya Turun ke Level 2


Faishol Taselan | Nusantara

KOTA Surabaya saat ini berada di Level 2, berdasarkan asesmen situasi Covid-19 yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 4 September 2021.

"Berkat gotong royong semuanya, kita lihat indikator-indikator pengendalian pandemi menunjukkan tren yang bagus. Mulai test, trace, semuanya masif. Itu yang kemudian membuat kita bisa cepat memutus mata rantai penularan, dan otomatis mengurangi risiko keparahan pasien karena begitu positif langsung tertangani," kata Wali Kota Surabaya  Eri Cahyadi di Surabaya, Selasa (7/9).

Turunnya situasi Covid-19 dipengaruhi oleh beberapa hal. Salah satunya, positivity rate di Kota Surabaya saat ini berada pada angka 1,61 persen,
jauh di bawah standar WHO yang sebesar 5 persen.

Positivity rate adalah perbandingan jumlah kasus Covid-19 dengan jumlah tes. Semakin rendah angkanya semakin kecil tingkat penularan, yang
menunjukkan keberhasilan pengendalian pandemi.

Sedangkan untuk rasio tracing kontak erat berada di angka 1:18,47 dan telah melampaui standar Kemenkes sebesar 1:15. Testing di Surabaya pun
tergolong masif mencapai 58.000 dalam tujuh hari terakhir.

Tingkat kesembuhan (case recovery rate) mencapai 95,55 persen, di atas rata-rata nasional, menunjukkan kapasitas respons sistem kesehatan yang
bagus.

Adapun tingkat kematian (case fatality rate) Surabaya di angka 3,7 persen, juga salah satu yang terendah. Sedangkan tingkat keterisian
tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) per 4 September 2021 terus turun menjadi 16,54 persen.

"Soal treatment ini kerja kolaboratif semuanya. Terima kasih tenaga kesehatan, TNI, Polri, dan semuanya. Kami akan terus jaga kapasitas respons sistem kesehatan ini, sehingga Surabaya selalu siap melayani, tapi tentu kita berharap semua warga sehat, gak onok maneh yang terpapar," ujarnya.

Eri Cahyadi menyampaikan, pengendalian pandemi ini menjadi pintu pembuka pemulihan ekonomi. "Insya Allah dengan turun situasi ke level 2, ekonomi bisa kembali bergerak, lapangan kerja terbuka, dan kita bisa bantu warga untuk kembali menata kesejahteraannya," kata Eri.(OL-13)

Baca Juga: Polisi Ungkap Prostitusi Daring di Kota Bandung

 

BERITA TERKAIT