07 September 2021, 10:30 WIB

Umat Katolik dan Muslim Gotong Royong Rehab Masjid Tua di Bebeng


Gabriel Langga | Nusantara

KERUKUNAN antar umat beragama di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur sudah terjalin sejak ratusan tahun lalu. Hal itu tercermin di kampung tua Bebeng, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat. Warga beragama Katolik dan Islam bergotong royong merenovasi Masjid Nurul Huda Bebeng yang bangunannya sudah lapuk.

Setiap sore di akhir pekan, warga beragama Katolik yang tinggal di sekitar wilayah Kampung Bebeng bahu membahu bersama warga muslim menjadi buruh kasar atau menjadi tukang, dalam pelaksanaan renovasi Masjid Nurul Huda Bebeng. Hal ini dilakukan dengan alasan sederhana, membantu sesama warga yang sedang membangun tempat ibadah.

Ketua panitia pembangunan Masjid Nurul Huda Bebeng Edi Kurniawan menuturkan, setiap hari Minggu atau hari kosong, warga yang beragama Katolik pasti datang ke Masjid Nurul Huda Bebeng. Nantinya, mereka bersama warga muslim secara gotong royong membantu dalam proses renovasi masjid itu.

"Warga kedua agama ini secara swadaya datang bantu disini. Tidak ada upah untuk mereka. Warga kedua agama ini biasa kerja seperti buat campuran semen, angkat batu, ayak pasir dan lain sebagainya. Selama ini, warga beragama Katolik dan Islam selalu hidup berdampingan dan saling membantu dalam kegiatan keagamaan sehingga dalam pembangunan renovasi masjid ini kedua agama ini saling gotong royong," papar Edi, Selasa (7/9).

Renovasi masjid, jelasnya, dilakukan karena sudah tua dan ukuran masjid Nurul Huda ini kecil. Kondisi masjid sudah rapuh dan banyak bagian yang rusak seperti tembok, lantai yang retak, tiang penyangga sudah retak dan lainnya. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin masjid  akan roboh. Yang lebih parah lagi, kata dia, kalau musim banjir rob air laut dengan setinggi lutut manusia masuk ke masjid.

"Struktur bangunan ini sudah mulai rusak. Bangunan ini sudah tidak representatif. Yang mana tiang-tiang bangunan sudah rusak. Apalagi kalau
musim banjir rob, pasti masjid ini selalu kemasukan air laut. Jadi kita lakukan renovasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tandasnya.

Masjid Nurul Huda Bebeng, jelas Edi, merupakan masjid tua di Sikka. Dibangun sekitar tahun 50-an, pada 1992 pernah dihantam tsunami. "Jika dihitung-hitung sudah tiga kali masjid ini direnovasi sejak keberadaannya di Bebeng. Kali ini kita melakukan renovasi yang keempat kalinya," ujar dia.

Untuk pembiayaan renovasi ini, ungkap Edi, dilakukan swadaya oleh warga di kampung Bebeng secara urunan. Selain itu, panitia membuka donatur yang peduli dengan masjid ini. "Kalau ada donatur yang ingin bantu bisa salurkan melalui rekening bank BRI dengan Norek: 715701011259533," pungkas dia. (OL-13)

Baca Juga: PDAM Tirtawening Bandung Mulai Kesulitan Suplai Air Bersih

BERITA TERKAIT