06 September 2021, 09:40 WIB

Senjata Khas Sulteng Dipamerkan di Makorem 132/Tadulako


Mitha Meinansi | Nusantara

KOREM 132/Tadulako bersama Komunitas Pusaka Tadulako menggelar pameran senjata-senjata tradisional, yang dulunya digunakan para pejuang tanah air di Sulawesi Tengah, di Makorem 132/Tadulako, Minggu (5/9). Kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali nilai-nilai luhur yang ditinggalkan para pejuang, untuk diterapkan kembali pada generasi bangsa masa kini.

"Bangsa yang tidak memiliki akar sejarah, seperti pohon yang tidak memiliki akar, dia akan tumbang. Dengan mengangkat siapa Tadulako, siapa Songgolangi, bagaimana raja disini berjuang, saya ingin generasi muda di Sulawesi Tengah ini mempedomani mereka yang pemberani, tekun, rela berjuang dan berkorban untuk kemajuan bangsanya," ujar Danrem 132/Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf.

Selain menggelar pameran senjata tradisional Sulteng, seperti Guma yang menyerupai parang, dan Doke atau tombak, termasuk alat penangkis atau tameng yang dinamakan Kaliavo, Korem 132/Tadulako juga melaksanakan Seminar Internasional yang dilakukan secara virtual.

Seminar tersebut digelar untuk mengungkap keajaiban warisan budaya tradisional Sulteng, yang diikuti perwakilan dari 15 negara diantaranya, Amerika, Inggris, Brazil, dan Turki. Mereka semua tertarik untuk mengetahui budaya di Sulawesi Tengah.

Brigjen TNI Farid Makruf, menyatakan pelaksanaan kegiatan tersebut sengaja dilakukan dengan mendatangkan Ki Kumbang, ahli golok se-Indonesia, untuk menggali lebih dalam budaya, serta senjata tajam tradisional Sulteng, yang dulunya sempat digunakan dalam perjuangan melawan penjajah.

Ki Kumbang yang berasal dari Banten itu, mengakui kelebihan yang dimiliki Guma atau Doke yang ada di Sulteng, dengan pusaka lainnya yang ada di Indonesia. Menurutnya, benda-benda tersebut memiliki keunikan tersendiri.

"Awal saya melihat Guma ini, dia bukan bentuk pusaka tunggal, tapi bentuk pusaka yang beraneka ragam. Lalu yang sangat saya tegaskan, Guma bukan kategori sebuah parang. Jadi Guma ya Guma, dan parang ya parang," tegasnya.

Hal itu menurutnya, setelah melakukan penelitian terhadap Guma yang dilakukannya selama beberapa hari berada di Sulawesi Tengah. Menurut Ki Kumbang, parang banyak ditemukan diberbagai wilayah di Indonesia, dengan struktur penggunaan sebagai alat pertanian dan perkebunan.

"Setelah saya melihat bilah Guma, saya mengidentifikasi banyak sekali material yang terkandung didalamnya seperti titanium, wolfram, mangan, silikan, yang nantinya akan diuji laboratorium Metalurgi atas perintah dari Danrem 132/Tadulako," ungkap Ki Kumbang.

Dengan pelaksanaan pameran dan seminar internasional senjata tradisional ini, diharapkan dapat menggali kembali sejarah, akar budaya masyarakat di Sulawesi Tengah. Danrem 132/Tadulako menginginkan generasi muda Sulawesi Tengah berpedoman pada sikap Tadulako dan Songgilangi yang rela berjuang untuk kemajuan Sulawesi Tengah yang lebih baik.

Kegiatan yang dilaksanakan di Makorem 132/Tadulako tersebut, dilakukan secara terbatas yang dihadiri budayawan, Ketua dewan adat, pimpinan DPRD Sulteng, dan sejumlah tokoh masyarakat, dengan penerapan protokol kesehatan. (OL-13)

Baca Juga: Sampah Sungai Pasca Banjir di Hulu Sungai Tengah Belum Tuntas Dibersihkan

 

BERITA TERKAIT