05 September 2021, 11:50 WIB

Krisis Air Bersih Melanda Tujuh Desa di Klaten


Djoko Sardjono | Nusantara

KRISIS air bersih akibat kemarau di Klaten, Jawa Tengah, kini dialami warga tujuh desa di empat kecamatan. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten telah mengirim bantuan air bersih ke daerah kekeringan itu sebanyak total 468 tangki.

Tujuh desa yang dilanda kekeringan saat ini, yaitu Desa Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo di Kecamatan Kemalang; Desa Wiro dan Ngerangan di Kecamatan Bayat, Desa Bandungan di Kecamatan Jatinom, dan Desa Kanoman di Kecamatan Karangnongko.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Yuwana Haris mengatakan, tujuh desa yang mengalami krisis air bersih telah digelontor bantuan air total 468 tangki atau 2.340.000 liter. BPBD Klaten mengirim bantuan atau droping air mulai 4 Juni 2021.

Hingga saat ini, Desa Tegalmulyo telah digelontor bantuan air bersih sebanyak 137 tangki, Desa Tlogowatu 47 tangki, Desa Sidorejo 127 tangki, Desa Wiro 3 tangki, Desa Ngerangan 116 tangki, Desa Bandungan 32 tangki, dan Desa Kanoman 6 tangki.

''Untuk membantu kebutuhan air warga tujuh desa yang kini dilanda kekeringan akibat kemarau, BPBD Klaten setiap hari mengoperasikan tiga mobil tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter,'' imbuh Haris kepada awak media, Minggu (5/9).

Terkait anggaran untuk penanganan daerah rawan kekeringan tahun ini, Haris menyebut Rp241 juta. Anggaran sebesar ini untuk kegiatan droping air sebanyak 750 tangki. Realisasinya hingga saat ini telah mencapai 468 tangki.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Yuwana Haris, sebanyak 51 desa tersebar di 11 kecamatan yang rawan kekeringan di musim kemarau. Dan, kemarau tahun ini tujuh desa yang  mengalami krisis air bersih. (JS/OL-10)

BERITA TERKAIT