03 September 2021, 16:45 WIB

100 Rumah dalam Dua Desa di Sulbar Terendam Banjir


Lina Herilina | Nusantara

SEBANYAK 100 rumah terendam banjir di dua desa, yaitu Sondoang dan Rantedango, Kecamatan Kulaka, Kabupaten Mumuju, Sulawesi Barat, akibat hujan dengan intensitas tinggi. Hujan pada Jumat (3/9), sekitar pukul 01.00 Wita, mengakibatkan Sungai Kalukku meluap.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju sebanyak 100 rumah terendam banjir setinggi 100 sentimeter. "Sore ini sudah terkendali. Banjir sudah surut. Warga sekitar saling bergotong royong untuk membersihkan material tang terbawa saat banjir terjadi. Lumpur yang terbawa oleh air mulai dibersihkan warga," ungkap Wahab, Staf Kedaruratan BPBD Kabupaten Mamuju, saat dihubungi melalui telepon pada Jumat (3/9).

BPBD Kabupaten Mamuju juga berkoodinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Barat beserta tim gabungan melakukan pendataan dan kaji cepat. Penyampaian informasi dalam peringatan dini sudah dilakukan melalui tingkatan berjenjang, mulai dari provinsi diteruskan ke kabupaten hingga perangkat daerah setempat mengenai waspada peringatan dini hujan lebat.

Wahab menambahkan, kendala yang dialami dalam penyampaian informasi yaitu jaringan yang kurang stabil di wilayahnya. "Jaringan yang kurang stabil menjadi kendala kami di lokasi," tambah Wahab.

Melihat wilayah Mamuju yang sebagian besar merupakan daerah dataran tinggi, diimbau untuk warga yang tinggal lereng bukit atau dataran rendah untuk waspada terjadi tanah longsor apabila intensitas hujan tinggi terus terjadi. Gerakan susur sungai juga dapat dilakukan sebagai langkah preventif guna mengantisipasi sampah atau ranting yang dapat menghalangi laju air saat terjadi hujan.

Langkah itu dapat disikapi secara bijak, mengingat prakiraan cuaca dari BMKG musim hujan di wilayah Sulawesi Barat mulai pada September hingga November 2021. Berdasarkan analisis InaRisk, Kabupaten Mamuju merupakan wilayah dengan potensi bahaya banjir pada kategori sedang hingga tinggi. Menghadapi musim hujan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi. (OL-14)

BERITA TERKAIT