02 September 2021, 12:44 WIB

Peduli Masyarakat, IWIP Fasilitasi Kuliah Berkarya Mahasiswa


mediaimndonesia.com | Nusantara

PENGELOLA kawasan industri Weda Bay, Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), memberikan fasilitas kegiatan Kuliah Berkarya Bermasyarakat (Kubermas) mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair), di Desa Mesa dan Kotalo, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Manager Eksternal dan CSR IWIP Subarwan Sakoy menyatakan, bantuan program yang diberikan perusahaan merupakan perwujudan dari kepedulian IWIP kepada masyarakat untuk lebih peka dalam memperhatikan lingkungan bahari melalui penanaman dan pembibitan mangrove.

“Teman-teman mahasiswa diharapkan untuk dapat memberi dampak baik untuk masyarakat dengan membantu masyarakat mengembangkan ide, memecahkan masalah dan mengimplementasikan solusi,” ucap Subarwan dalam keterangan tertulis, Kamis (2/9).

Subarwan menambahkan, bantuan program tersebut juga diharapkan meningkatkan ketangkasan dalam mempersiapkan masyarakat dalam menyikapi kebencanaan.

Ia pun berharap, bantuan tersebut dapat membantu kegiatan Kubermas agar dapat berjalan sesuai dengan hasil yang telah ditentukan oleh Unkhair.

“Kami berharap partisipasi IWIP ke depan bisa mencakupi aspek lainnya, sehingga masyarakat dapat melihat semangat program Kubermas tidak lagi hanya sebagai kunjungan peserta Kubermas semata, melainkan sebuah jalan untuk mencapai program keberlanjutan bagi masyarakat di kemudian hari,” imbuhnya. 

Sementara itu, Tim Kepanitiaan program Kubermas dan Pusat Studi Kebaharian Unkhair, berterima kasih kepada IWIP yang telah memfasilitasi kegiatan dikarenakan jangkauan program dapat diperluas hingga ke Kecamatan Weda Timur. 

“Masyarakat senang dengan adanya kontribusi IWIP sehingga kedua desa ini menjadi lokasi pelaksanaan Kubermas/KKN Unkhair sehingga dapat membantu proses pembangunan dan pengembangan desa,” kata Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Jefry Bemba.

Jefry menambahkan, Kubermas dilaksanakan dengan semangat melalui langkah partisipatif yang dicanangkan bertujuan agar mahasiswa memberikan masukan positif untuk masyarakat.

Selain itu, imbuh dia, latar belakang jurusan mahasiswa yang beragam memungkinkan peserta untuk memberikan masukan positif sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki.

“Masukan ini tentunya sangat bermanfaat bagi pemecahan masalah di tengah masyarakat. Langkah pemecahan masalah seperti ini yang diharapkan dapat ditinggalkan apabila program telah usai," jelasnya.

"Sama halnya dengan IWIP, implementasi interdisiplin yang memungkinkan kawasan tetap berjalan sebagaimana yang telah ditargetkan,” pungkas Jefry. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT