01 September 2021, 18:47 WIB

Masuk PPKM Level 4, Masyarakat Palu Dapat Bantuan Sembako  


Iis Zatnika | Nusantara

Masuk PPKM Level 4, Masyarakat Palu Dapat Bantuan Sembako  

Sebanyak 200 paket sembako dibagikan pada masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Palu. Bantuan diberikan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) anggota holding perasuransian dan penjaminan Indonesia Financial Grup (IFG) kepada Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura, disaksikan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto. 

"Ini juga merupakan bagian dari program Askrindo Peduli dibidang tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL). Askrindo berusaha terus ada, mengingat perlunya kita berbagi kepada sudara saudara kita yang terdampak Pandemi," ujar Pimpinan Wilayah VII Askrindo Ardian Brahmana.

Ardian menyatakan kegiatan sosial ini sebagai bentuk kepedulian terhadap para pelaku UMKM yang terdampak pandemi. Sebelumnya, Askrindo juga pernah memberikan bantuan CSR berupa gerobak dan etalase roda untuk membantu para pelaku UMKM kembali meniti usahanya.  

Selanjutnya, bantuan diberikan pada alumni program kartu prakerja berupa mesin pemarut singkong, lemari, kulkas, meja dan kursi untuk pedagang makanan.

Data terbaru kasus di Sulawesi Tengah pada 1 Agustus pukul 15 seperti dimuat dalam dinkes.sultengprov.go.id, tercatat 244 kasus baru sehingga total pasien covid-19 mencapai 42.765, sedangkan kasus sembuh bertambah 440 dan total berjumlah 1.736 sedangkan kasus meninggal hari ini bertambah 1 orang dan total kematian 131 orang.
    
Airlangga, dalam konferensi pers, Senin (30/8) mengumumkan pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 untuk 34 daerah luar Jawa-Bali dimulai 24 Agustus sampai 6 September 2021. Dari 34 itu, 3 daerah di Sulawesi Tengah masuk dalam perpanjangan PPKM Level 4 yaitu Kota Palu, Kabupaten Poso dan Kabupaten Banggai. Pertimbangannya, masih tingginya kasus covid-19. 

Ia  menuturkan, PPKM Level 4 mewajibkan tempat kerja menerapkan bekerja dari kantor (work from office) 25% dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Bila terjadi klaster baru, maka tempat kerja ditutup 5 hari.

Sementara kapasitas tempat ibadah 25% atau 30 orang, restoran dan kafe yang menerapkan makan ditempat dibatasi sampai 25% atau 2 orang per meja dengan jam operasional hingga pukul 20.00. Mal buka hingga pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas maksimum 50% dengan prokes mengacu aturan pemda setempat. (*/X-6)

BERITA TERKAIT