01 September 2021, 18:07 WIB

Klaim Belum Dibayar, RSUD Atambua Siasati Biaya Perawatan Pasien Covid-19


Palce Amalo | Nusantara

RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Atambua, Kabupaten Belu memanfaatkan pendapatan perawatan pasien umum untuk mendanai perawatan pasien  covid-19. Hal itu dilakukan untuk mensiasati biaya perawatan pasien covid-19 yang terus membengkak.

Sampai Desember 2020, sekitar Rp300 juta klaim rumah sakit tersebut belum dibayar. Sedangkan periode Januari-Agustus 2021, klaim yang diajukan sekitar Rp4  miliar.

"Baru satu kali dibayar pada tahun lalu sekitar Rp200an juta,"  kata Direktur RSUD Mgr Gabriel Manek SVD Atambua dokter Bathseba E  Corputty, Rabu (1/9).

Meskpin klaim belum dibayar, perawatan terhadap pasien covid-19 di RSUD Atambua tidak terganggu. Menurut dokter Bathseba, pihaknya memanfaatkan dana yang dibayarkan oleh pasien umum. "Kami pakai yang pasien rutin, tetapi ada biaya-biaya yang membuat kami harus mengerem," katanya.

Menurutnya, salah satu penyebab belum dibayarnya klaim rumah sakit masalah kekurangan dokumen. "Ada dispute tetapi belum masuk ke aplikasi untuk memperbaiki dan melengkapi kekurangan," ujarnya.

Persoalan itu terjadi tambahnya, akibat regulasi yang berubah-berubah. Dia berharap setelah kekurangan dilengkapi, klaim dari rumah sakit segera ditransfer oleh Kemenkes.

Di tempat terpisah, Direktur RSUD Umbu Rara Meha, Waingapu, Sumba Timur Lely Harakay mengatakan seluruh klaim rumah sakit sudah dibayar oleh Kemenkes. Bahkan, dibayar setiap dua mingguan. "Pembayaran klaim lancar," ujarnya.

Menurutnya sudah tim yang bertugas menyelesaikan masalah kekurangan dokumen atau dipending bayar. "Kita ikuti saja apa yang diminta diperbaiki ini dan itu, klaim akan diproses," ujarnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT