31 August 2021, 09:35 WIB

Belajar Desain Grafis di LKP Karunia Bunda Maumere Gratis Dapat Sertifikat Kompetensi


Gabriel Langga | Nusantara

SUDAH dua tahun berjalan, lembaga kursus dan pelatihan (LKP) Karunia Bunda Maumere melaksanakan kursus desain grafis bersertifikat. Kursus yang diberikan gratis untuk anak muda dari kalangan tidak mampu yang baru tamat SMA/SMK yang ada di Kabupaten Sikka, NTT.

Pimpinan LPK Karunia Bunda Maumere, Marianus Milo saat ditemui mediaindonesia.com, kemarin, mengatakan, sudah dua tahun pihaknya dipercaya Direktorat Kursus dan pelatihan, Ditjen Vokasi, Kemendikbud RI untuk melaksanakan program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK).

Khususnya program desain grafis yang diperuntukkan bagi anak-anak kurang mampu yang baru lulus SMA dengan usia 17 sampai 25 tahun. Pada 2020, ada 50 peserta yang saat ini sudah selesai kursus dan bekerja di beberapa perusahan yang ada di Maumere. Di tahun 2021, ada 40 anak muda baik perempuan dan laki-laki yang saat ini sedang mengikuti kursus desain grafis.

"Mereka itu mengikuti pelatihan desain grafis selama dua bulan. Jadi kalau total keseluruhan selama dua tahun ini sudah ada 90 anak-anak kurang mampu yang mendapatkan beasiswa kursus dari Kemendikbud," papar dia.

Setelah mengikut pelatihan kursus desain grafis ini, mereka akan mengikuti uji kompetensi. Bila lulus akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui nasional. "Pihak dari Kemendikbud yang berikan ujian kmpetensi. Nanti bagi mereka yang lulus akan diberikan sertifikat kompetensi," ujar Marianus.

Dengan sertifikat kompetensi ini, jelas Marianus, mereka bisa melamar kerja dimana saja. Apalagi saat ini banyak perusahaan atau instansi membutuhkan mereka yang memiliki kompetensi desain grafis. "Program pelatihan ini merupakan bantuan dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kemendikbud," ujar dia.

Bantuan Pemkab Tak Kunjung Datang

Menurut Marinus, sebenarnya pihak Kemendikbud bisa memberikan banyak kuota kepada anak-anak di Kabupaten Sikka untuk mengikuti kursus desain grafis. Namun, mengingat fasilitas komputer yang sangat terbatas maka kuota yang bisa dimanfaatkan pun terbatas. Kendala ini tidak bisa diselesaikan lembaganya dengan cepat.

"Kita punya lembaga ini komputernya sangat terbatas. Sebab komputernya harus sesuai spek yang bisa digunakan untuk desain grafis. Jadi, kalau komputer kita banyak maka kuota yang diberikan oleh pusat juga banyak. Apalagi kursus ini gratis," ungkap dia.

Marianus mengaku sudah pernah mengajukan proposal kepada Pemerintah Kabupaten Sikka untuk bisa memberikan bantuan komputer kepada lembaganya. Namun sampai saat ini belum ada jawabannya.

Peminat kursus desain grafis ini, jelas dia, di Kabupaten Sikka cukup banyak. Sayangnya, dengan keterbatasan fasilitas yang dimiliki lembaganya sehingga banyak anak-anak di Sikka tidak diakomodir. "Banyak anak-anak kita yang baru tamat ini mau ikut kursus desain grafis. Tetapi kita tidak akomodir karena fasilitas komputer yang kami miliki sangat terbatas. Saya berharap ada bantuan komputer dari pemerintah daerah," ungkap Marianus. (OL-13)

Baca Juga: Tercatat 594 Sekolah di Flotim Mulai Laksanakan PTM

 

BERITA TERKAIT