26 August 2021, 21:50 WIB

Promosikan Makanan, Uni Eropa kampanye Warna-Warni Eropa


Bayu Anggoro | Nusantara

UNI Eropa meluncurkan kampanye "Nikmati Warna-Warni Eropa. Keunggulan Cita Rasa" untuk mempromosikan produk makanan dan minuman mereka di Indonesia.

Uni Eropa menekankan pentingnya elemen keamanan, kualitas, keaslian  dan keberlanjutan atas produk makanan Uni Eropa untuk menghadirkan yang terbaik pada konsumen Indonesia.

Peluncuran kampanye "Nikmati Warna-Warni Eropa. Keunggulan Cita Rasa"
ini ditujukan untuk memperkenalkan dan mempromosikan berbagai produk
makanan dan minuman Uni Eropa pada pasar Indonesia.

Kepala Seksi Perdagangan dan Ekonomi pada Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Marika Jakas, mengatakan, selama masa kegiatan 12 bulan, rangkaian kegiatan kampanye akan menampilkan berbagai produk makanan dan minuman Uni Eropa, di antaranya daging sapi dan ayam, produk susu, produk organik, serta minuman beralkohol dan non-alkohol. Kampanye dilakukan melalui sebuah perjalanan budaya penuh kelezatan, disertai kisah kuliner yang penuh warna dan menggugah selera.

"Pada intinya, kegiatan kampanye mempromosikan produk makanan
dan minuman Uni Eropa berdasarkan model keamanan pangan : Dari Pertanian Hingga Ke Penyajian, yang diterapkan di seluruh Eropa, kualitas tertinggi, keaslian asal makanan, serta karakter dan praktik-praktik yang berkelanjutan," ungkap Marika Jakas.

Dengan didasari oleh tujuan tersebut, rangkaian kegiatan pada kampanye ini akan menghadirkan sejumlah aktivasi humas dan media sosial di wilayah Indonesia serta promosi pada mitra dagang serta konsumen di Jakarta.

Acara virtual peluncuran kegiatan dihadiri lebih dari 180 orang
perwakilan dari sektor industri makanan di Indonesia, termasuk para
importir produk makanan dan minuman Uni Eropa, distributor, pengecer
(ritel), dan media, serta perwakilan dari Negara Anggota Uni Eropa.

"Terima kasih kepada mitra dagang Uni Eropa di sektor ritel, hotel,
restoran dan kafe, serta asosiasi bisnis atas dukungan mereka dalam
mendorong hubungan Uni Eropa-Indonesia selama bertahun-tahun melalui
hubungan dagang, makanan, dan juga kebudayaan. Uni Eropa dan Indonesia saling menganut nilai nilai serta standar kesempurnaan dalam hal makanan," ujarnya.

Bagi masyarakat Eropa, menjalankan budi daya serta menghasilkan makanan
bukanlah menjalankan bisnis semata. Ada semangat yang kuat, standar yang diterapkan, serta warisan budaya kuliner yang diapresiasi.

Regulasi pada Uni Eropa mendasari produksi seluruh produk makanan Uni Eropa yang menjamin konsumen seluruh dunia dapat menikmati keamanan makanan di tingkat tertinggi serta standar keberlanjutan, skema kualitas dan tradisi pembuatan makanan yang kaya.

Indonesia juga menganut nilai-nilai yang serupa dengan semangat menerapkan standar kualitas yang tinggi, dengan menekankan pada makanan tradisional yang berasal dari warisan budaya nasional yang telah tertanam kuat.

Uni Eropa dan Indonesia telah memperdalam hubungan dalam beberapa tahun
terakhir ini. Mereka berkomitmen untuk lebih meningkatkan hubungan
perdagangan dan investasi serta terus berkembang terlepas dari tantangan yang timbul akibat pandemi covid-19.

Pada saat Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia (EU-Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement - CEPA) berlaku efektif, kesepakatan ini akan menghadirkan dorongan kuat pada perdagangan bilateral dan arus investasi.

"Bahan makanan Uni Eropa dikenal baik atas keunggulan kualitas,
keamanan, keaslian (otentik) dan keberlanjutan. Ada banyak kesempatan bagi produk makanan Uni Eropa di Indonesia. Restoran dan hotel terkemuka memilih untuk menggunakan berbagai bahan masakan dari Uni Eropa. Selama ini telah tumbuh minat yang kuat atas beragam produk
makanan Uni Eropa yang menyertakan indikasi geografis dan juga
sertifikasi organik. Permintaan atas makanan organik akan terus tumbuh
di Indonesia, khususnya yang didorong kesadaran di tingkat global atas
berbagai upaya mewujudkan lingkungan hidup yang lebih berkelanjutan,"
papar Marika Jakas.

Sementara itu, Alexander Nayoan, Ketua Pelatihan Sumber Daya Manusia pada Perhimpuanan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengungkapkan masyarakat memiliki minat yang kuat untuk mengetahui regulasi sistem pangan untuk memastikan keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi.

"Mereka ingin tahu bagaimana mereka bisa ikut serta dalam memberikan dukungan sebagai konsumen dan juga sebagai sektor bisnis. Rangkaian kampanye ini akan menjadi sangat relevan dengan masa-masa perubahan seperti saat ini," jelasnya.

Chef profesional Degan Septoadji menambahkan pandemi covid-19telah
membuat pergeseran pada banyak aspek kehidupan. "Banyak dari kita
menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, mengurus diri dan keluarga,
dan mengubah kebiasaan tentang makanan. Masa pandemi memberikan waktu
tersendiri bagi kita untuk merefleksikan diri pada kebiasaan
mengonsumsi makanan, dan pentingnya kualitas, keamanan dan
keberlanjutan atas makanan. Sangatlah relevan untuk mendiskusikan
kualitas bahan makanan Uni Eropa di saat ini, dan saling membagikan
bagaimana kita semua dapat menikmati bahan-bahan dari Eropa dan menjadi
kreatif dengannya, baik untuk melengkapi masakan favorit kita, dinikmati sendiri secara langsung, atau sebagai bagian dari resep ala Eropa maupun lokal."

Uni Eropa akan menghadirkan produk makanan dan minuman terbaiknya untuk
komunitas makanan Indonesia, mulai dari importir, penyalur, pengecer,
pemilik dan pelaku usaha hotel, restoran dan cafe, blogger kuliner dan
juga para chef untuk dapat menikmati keunggulan cita rasa pada rangkaian kampanye yang akan berlangsung pada masa 12 bulan ini.

Untuk menemukan lebih jauh tentang produk makanan Uni Eropa serta
berbagai aktivitas kampanye di Indonesia, silakan ikuti Instagram @euagrifood_id, atau kunjungi situs https://colours-by-europe.eu/id (N-2)

BERITA TERKAIT