26 August 2021, 20:14 WIB

Ekspor Perikanan Sulsel Melonjak saat PPKM Periode Juli


Insi Nantika Jelita | Nusantara

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat ekspor komoditas perikanan dari Sulawesi Selatan (Sulsel) meningkat 8,5% pada Juli 2021 saat penerapan PPKM berlangsung.

Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Makassar, Sitti Chadidjah mengungkapkan, volume ekspor pada Juli 2021 sebanyak 14.053 ton. Jumlah ini dilaporkan lebih tinggi dibanding Juli 2020 sebesar 12.958 ton.

"Kami akan terus memberikan pelayanan prima dan optimal," jelas Chadidjah dalam keterangan pers KKP yang dikutip Kamis (26/8).

Dia menyebut, ekspor komoditas perikanan dari Sulawesi Selatan masih didominasi rumput laut kering. Porsi ekspor komoditas ini disebut mencapai 82,9% dan produk turunan rumput laut berupa karajinan sebesar 8,6% dari total volume ekspor komoditas perikanan Sulawesi Selatan.

Selain rumput laut, komoditas lain yang juga menjadi andalan Sulawesi Selatan pada Juli 2021 adalah udang vaname sebesar 2,4%, gurita sebesar 1,6% dan tuna sebesar 1,0%.

"Peran Balai Besar KIPM Makassar untuk menjaga produk perikanan Sulawesi Selatan dalam pemenuhan persyaratan impor negara tujuan sangat penting dalam meningkatkan volume ekspor ini," sambungnya.

Chadidjah berharap, peningkatan ekspor ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi Sulawesi Selatan. Dengan begitu, kesejahteraan nelayan dan masyarakat kelautan dan perikanan di Sulawesi Selatan juga turut terangkat. Menurutnya, pandemi covid-19 bisa menjadi peluang bagi sektor kelautan dan perikanan. Terlebih lagi, produk perikanan, bisa menjadi suplemen yang menguatkan imun bagi para konsumennya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT