25 August 2021, 09:07 WIB

Bupati Kobar Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir


Atalya Puspa |

BUPATI Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan Tengah Nurhidayah tetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir di wilayahnya pada Senin (23/8). 

Sesuai Surat Keputusan Bupati Kotawaringin Barat Nomor 360/17/BPBD.IV.2/VIII/2021, Status Tanggap Darurat tersebut berlaku selama 14 hari terhitung mulai 23 Agustus hingga 5 September 2021.

Penetapan status tanggap darurat tersebut menyikapi kejadian banjir yang terjadi di 9 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Arut Utara, Sabtu (21/8) pukul 20.30 WIB lalu.

Baca juga: Cianjur PPKM Level 4, PTM Dihentikan

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kobar melaporkan, banjir itu dipicu luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kecamatan Arut Utara dan juga fenomena alam pasang surutnya air laut.

"Adapun wilayah yang terdampak yaitu Desa Sambi, Desa Sungai Dau, Desa Pandau, Desa Panahan, Desa Riam, Desa Kerabu, Desa Panyombaan, Desa Gandis, Desa Sukarami yang berada di Kelurahan Pangkut," kata Abdul dalam keterangan resmi, Rabu (25/8).

Ia menyatakan, berdasarkan data pusat pengendalian operasi (Pusdalops) BNPB, per Selasa (24/8),  sebanyak 255 KK atau 560 jiwa terdampak. Sebanyak 3 KK  harus mengungsi ke rumah kerabat.

Selain itu, kerugian materiil tercatat sebanyak 255 unit rumah terendam, 4 unit fasilitas pendidikan terdampak, 3 unit tempat ibadah terdampak, 1 unit jembatan terdampak, dan jalan desa sepanjang 50 m tergenang.

"Tinggi air saat kejadian dilaporkan berkisar antara 50 hingga 150 sentimeter," ungkap dia.

Pantauan BPBD di lapangan, hingga Selasa (24/8) sore, air masih terus mengalami kenaikan secara bertahap di beberapa desa di antaranya Desa Sambi, Desa Pandau, Desa Panahan, Desa Riam, Desa Gandis, dan Desa Kerabi. Tinggi kenaikan air bervariasi mulai dari 25 hingga 100 cm.

BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat telah berkoordinasi dengan OPD terkait, TNI/Polri, aparat desa, dan juga masyarakat untuk melakukan proses evakuasi.

Akses jalan yang tergenang air mengakibatkan kendaraan untuk melakukan evakuasi terhambat. Jaringan telekomunikasi yang terputus juga lokasi antar desa terdampak yang cukup jauh menambah sulitnya proses evakuasi.

Pihak BPBD juga terus melakukan monitoring dan pendataan lokasi terdampak untuk menentukan penanganan yang perlu dilakukan.

BPBD setempat telah memberikan bantuan darurat awal berupa paket beras masing-masing 5 kg kepada warga terdampak di Desa Sambi. Pemantauan terhadap kesehatan warga juga terus dilakukan oleh pihak kecamatan untuk mencegah adanya penyebaran covid-19.

Kalaksa BPBD Kobar Syahruni, dalam laporannya, mengimbau masyarakat untuk waspada akan adanya potensi banjir susulan.

"Banjir susulan masih dapat terjadi, karena prediksi cuaca hingga beberapa hari kedepan masih akan terjadi hujan lebat hingga sedang di wilayah Kecamatan Arut Utara" imbau Syahruni dalam laporannya, Selasa (24/8).

BMKG, sebelumnya, juga telah mengeluarkan peringatan dini pada Sabtu (21/8), terkait adanya potensi dampak hujan sedang hingga lebat di wilayah Kalimantan Tengah dengan status 'Waspada'.

BNPB terus mengimbau kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sebagai upaya pengurangan risiko bencana secara optimal. Masyarakat juga diminta waspada akan adanya potensi banjir susulan. (OL-1)

BERITA TERKAIT