19 August 2021, 11:35 WIB

Kini, PLN Listriki 24 Jam Pulau Terdepan Perbatasan RI-Australia


Insi Nantika Jelita | Nusantara

LISTRIK kini telah menyala 24 jam di Pulau Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). PT PLN (Persero) menghabiskan biaya Rp1,4 miliar untuk menerangi 572 warga di pulau yang berbatasan langsung dengan wilayah laut Australia itu.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT Agustinus Jatmiko menerangkan anggaran tersebut digunakan untuk menambah mesin 700 kVA, Kubikel, pembangunan jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 0,7 kms, serta pemasangan Trafo 50 kVA.

"PLN hadir di pulau terdepan yaitu Pulau Raijua dan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kelistrikan kepada masyarakat," kata Jatmiko dalam keterangan resmi, Kamis (19/8).

Baca juga: Ganjar Dukung Pengembangan Proyek Geothermal Dieng, Bisa Jadi Wisata Energi

Dia menambahkan ada perubahan pola layanan dari 12 jam menjadi 24 jam dilakukan di Desa Ledeke serta desa-desa di sekitarnya yang ada di Pulau Raijua.

Selain melayani jam menyala menjadi 24 jam, lanjut Jatmiko, PLN terus mendukung pertumbuhan bauran energi terbarukan di Raijua.

Sejak 17 Agustus 2021, PLN mengaku telah mengubah sistem kelistrikan menjadi hybrid antara Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kapasitas 150 kWp dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Raijua, sehingga bisa berkontribusi menyumbang 18-25% untuk energi hijau dari PLTS yang ada di Pulau Raijua.

"PLN terus berkomitmen meningkatkan kehandalan sistem tersebut," ucap Jatmiko

PLN menyebut, kehadiran listrik 24 jam disambut baik 572 warga Pulau Raijua. Yakob Kiha Uly, salah satu warga Pulau Raijua, mengungkapkan apresiasinya atas kehadiran PLN yang mendukung kehidupan mereka.

Dia menuturkan, dengan adanya listrik yang menyala selama 24 jam akan banyak mendukung pertumbuhan aktivitas usaha yang biasa dilakukan pada siang hari di wilayah perbatasan dan terluar itu. (OL-1)

BERITA TERKAIT