17 August 2021, 16:23 WIB

Mantan Teroris Poso Upacara Kemerdekaan di Tamanjeka


M Taufan SP Bustan | Nusantara

SEJUMLAH mantan narapidana terorisme mengikuti upacara kemerdekaan RI yang digelar di Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (17/8). Pelaksanaan upacara itu berlangsung khidmat.  

Dusun Tamanjeka yang berada di bawah kaki Gunung Biru dulu dikenal sebagai daerah basis simpatisan teroris Poso yang tergabung dalam kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Namun saat ini, dusun tersebut sudah bersih dari pelaku teror.  

Hal itu berkat sentuhan Satgas Madago Raya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan sejumlah pihak yang terlibat perlahan tapi pasti yang mengubah para pelaku teror mulai mengikuti yang menjadi imbauan pemerintah daerah maupun pusat. 

Hari ini tepat 76 tahun Kemerdekaan RI, masyarakat yang beberapa di antara mereka terdapat eks napiter antusias berkumpul sejak pagi di lapangan sepak bola Dusun Tamanjeka untuk mengikuti upacara. Upacara yang difasilitasi Satgas Madago Raya tersebut mempercayakan masyarakat Tamanjeka dan Uweralu untuk menjadi peserta upacara, komandan upacara, dan paduan suara. 

Kapolres Poso AKB Rentrix Ryaldi Yusuf bersama Dandim 1307/Poso Letkol Inf Gusti Nyoman Mertayasa bertindak selaku inspektur upacara. "Tentu kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh perangkat desa, tokoh agama, serta seluruh masyarakat terutama siswa-siswi yang berperan sebagai pelaksana upacara. Khususnya pula kepada sejumlah napiter yang ikut dalam upacara hari ini," terang Kapolres Poso, Rentrix.  

Menurutnya, meskipun saat ini masih dalam situasi pandemi covid-19, semua pihak harus bersatu untuk mengatasinya sehingga cepat berakhir. "Mari kita bersatu bergandeng tangan bersama untuk menjadikan Kabupaten Poso lebih baik dan tidak ada saling membedakan satu dengan yang lain," imbuh Rentrix. 

Dandim 1307/Poso Poso Gusti mengaku bahwa sejarah mencatat untuk pertama kali di Dusun Tamanjeka menyelenggarakan upacara peringatan Hari Kemerdekaan. "Di luar sana menyebut Tamanjeka sangat menyeramkan. Dengan pelaksanaan upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus, image itu akan berubah, sebab Tamanjeka merupakan wilayah NKRI," ungkapnya.  

Polda Sulteng Identifikasi Jenazah Teroris MIT Poso Bernama Qatar

Kepala Dusun Tamanjeka Sambara yang bertugas sebagai pembaca teks proklamasi mengaku senang wilayahnya dijadikan tempat pelaksanaan upacara kemerdekaan. "Semoga tahun depan upacara seperti ini masih dapat digelar dan lebih meriah," tandasnya.  (OL-14)

BERITA TERKAIT