15 August 2021, 17:59 WIB

Gubernur Sulut Saksikan Pelepasan Ekspor Senilai Rp63 Miliar dari Pelabuhan Bitung


mediaindonesia.com | Nusantara

PELEPASAN Merdeka Ekspor 2021 dilakukan serempak di 17 titik pelabuhan dan bandara di Indonesia yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo secara virtual di Istana Bogor pada Sabtu (14/8). 

Adapun program Merdeka Ekspor  mengakomodasi berbagai produk hasil pertanian untuk diekspor ke berbagai negara. Nilai total ekspor tersebut tercatat sebesar lebih dari Rp 7,29 triliun. 

Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyumbang enam komoditi dengan nilai ekspor Rp 63.6 miliar yang dilepas langsung dari Terminal Petikemas Pelabuhan Laut Bitung oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey. 

Adapun enam komoditi tersebut seluruhnya berasal dari sektor perkebunan yakni pala biji, bunga pala, pala bubuk, bungkil kelapa, kelapa parut ,dan santan kelapa dengan total volume keseluruhan mencapai 13.028 ton dan selanjutnya langsung dikapalkan menuju 14 negara. 

Olly Dondokambey mengatakan, Pemprov Sulut sangat mendukung kegiatan ekspor dari 'Bumi Nyiur Melambai' dan berkomitmen akan terus membuat terobosan baik dari kebijakan dan fasilitas agar ekspor Sulut terus meningkat. 

Khusus ke para petani, Olly mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi tinggi karena meski di tengah pandemi Covid-19 mampu memberikan sumbangsih di sektor perkonomian. 

Olly menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Sulut di tahun 2021 yang mencapai 8.7 % tumbuh merata 15 Kabupaten Kota dimana pertumbuhanya atas nasional.

"Hal ini patut kita syukuri karena kontribusi sektor pertanian dan perkebunan sangat besar." Gubernur Sulut Olly. 

Olly mengatakan harapan Jokowi terkait produk unggulan 2024, di 15 Kabupaten Kota di Sulut seluruhnya mempunyai  kontribusi terhadap hasil Pertanian hanya saja masih konsen terhadap akses jalur yang sementra didorong oleh pemerintah di Pelabuhan Bitung dan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. 

Sebelum melepas ekspor dari Sulut, Olly Dondokambey juga melakukan penyerahan Pythosanitary Certificate kepada perwakilan eksportir dan melakukan simbolis penyegelan salah satu peti kemas komoditas unggulan baru dari Sulut yakni Santan kelapa milik PT Indoworld yang berproduksi di Kawasan Ekonomi Khusus Bitung. 

Penyegelan tersebut disaksikan Kepala Kantor Wilayah DJPC Sulawesi Bagian Utara, Cerah Bangun dan Donni Muksydayan Saragih Kepala Balai Karantina. 

Donni Muksyadayan, Kepala Karantina Pertanian Manado, menyampaikan, bahwa dalam satu tahun terakhir bertambah 55 produk ekspor baru dan bertambah 16 eksportir baru dari Sulut. 

"Beberapa komoditas baru dari Sulut dalam satu terakhir ini adalah tanaman hias yang sudah diekspor ke 16 negara, Air kelapa ke dua negara, bahkan ada ekspor baru dari Indonesia asal Sulut yaitu Stevia ke Korea yang kedepan dapat menjadi salah satu ekspor unggulan baru," jelas Donni. 

"Sinergi yang terbangun baik dan kemudahan fasilitasi serta dukungan besar dari Gubernur Sulut beserta jajaran dinas diharapkan dapat terus meningkakan ekonomi Sulawesi Utara dari sektor Pertanian." ujar Donni. 

Dalam kesempatan yang sama saat menyampaikan laporannya secara daring, Mentan Syahrul Yasin Limpo juga mengungkapkan bahwa kinerja ekspor pertanian Indonesia saat ini sedang meningkat pesat.

Ia menyebut bahwa sektor pertanian masih bisa tetap kuat dalam suasana pandemi Covid-19 ini. 

"Pada Januari hingga Juni 2021 nilai ekspor menembus Rp 277,95 triliun, meningkat 40,29% dibandingkan periode yang sama tahun 2020," pungkas Mentan.

Lebih lanjut, pihak Mentan menyatakan akan melakukan beberapa akselerasi ekspor produk pertanian.

Ia juga berharap pada 2024 mendatang ekspor pertanian RI berlipat ganda hingga tiga kali lipat nilainya dari hari ini. Dalam mewujudkan hal itu, pihaknya mengaku akan berusaha mengembangkan beberapa produk yang potensial. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT