16 August 2021, 06:05 WIB

Sumsel Komitmen Tekan dan Tangani Pandemi Covid-19


RO/S2-25 | Nusantara

UPAYA Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru dalam mengantisipasi dan menangani pandemi covid-19 di wilayahnya tak main-main. Bukan hanya rencana, Herman Deru pun melakukan berbagai aksi untuk penanganan covid-19 di Sumsel.

Bekerja sama dengan semua forun komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) di Sumsel, Herman Deru optimistis bisa menyeimbangi tiga unsur, baik kesehatan, ekonomi, maupun sosial.

Dalam urusan kesehatan, Gubernur Sumsel sudah mengupayakan tracing, testing, dan treatment bagi masyarakat. Adapun untuk tracing, Pemprov Sumsel sudah optimal melakukannya sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat. Begitu pula dengan testing.

"Kesadaran masyarakat untuk melakukan testing sudah sangat baik, antusiasmenya tinggi. Karena itu, jumlah covid-19 fluktuatif. Kita berterima kasih dengan kesadaran masyarakat ini. Sehingga upaya untuk mendeteksi lebih dini sebarannya pun sudah maksimal,” ucap dia.

Selain itu, Pemprov sudah menyiapkan lebih dari 1.000 kamar tidur untuk masyarakat Sumsel. Bukan hanya di fasilitas kesehatan, sejak awal pandemi Herman Deru sudah membuka tiga tower di Wisma Atlet Jakabaring Palembang dan tiga tower di Asrama Haji Palembang untuk menampung pasien covid-19.

“Saat ini BOR (Bed Occupancy Ratio) di Sumsel berada di bawah standar WHO, yakni mencapai 55%. Kita sudah memastikan sejak awal bahwa pemerintah hadir menyediakan tempat isolasi bagi masyarakat yang terpapar covid-19,” ucapnya.

Ia juga sudah menginstruksikan kepada bupati dan wali kota di 17 kabupaten/kota di Sumsel untuk memaksimalkan upaya penanganan covid-19 serta menyediakan tempat isolasi yang nyaman bagi masyarakat.

“Kita berupaya agar kasus covid-19 bisa ditekan, karenanya peran penting bagi pemda serta instansi dan stakeholder terkait untuk mengambil langkah cepat dalam upaya penanganan covid-19 ini,” jelas dia.

Di sisi lain, Pemprov Sumsel di bawah kepemimpinan Herman Deru juga terus menggencarkan vaksinasi Covid-19. Bahkan, saat ini berbagai pemangku kepentingan juga sudah membantu melakukan vaksinasi. Hanya saja, kata dia, ketersedia­an vaksinasi dari pusat sangat terbatas sehingga butuh pendistribusian vaksin yang lebih banyak.

“Jumlah masyarakat kita tercatat 6,4 juta orang yang bisa divaksin, saat ini baru sekitar 15% saja cakupan vaksinnya. Kalau kita ingin mengejar herd immunity di akhir tahun ini maka kita butuh setidaknya 1,5 juta dosis vaksin per bulan atau 150 ribu vial. Tapi distribusi vaksin dari pusat belum memenuhi itu,” ucapnya.

Ia meyakini dengan vaksinasi akan dapat menekan angka kematian bagi masyarakat yang terpapar covid-19. Selain itu, sejumlah daerah di Sumsel saat ini sudah tercatat menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), baik level 2, level 3, ataupun level 4.

“Kita menyikapi pemberlakuan level ini harus dengan penuh rasa tanggung jawab dan tenang. Jangan panik, namun para pengambil kebijakan di daerah harus membuat masyarakat menjadi nyaman,” jelasnya.

Namun, ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap dapat bijak dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan.

 

Pastikan Masyarakat Terima Bantuan

Selain itu, Herman Deru memastikan masyarakat Sumsel terus mendapat bantuan selama PPKM diterapkan di wilayah­nya. Pemprov sudah menyediakan bantuan beras sebanyak 1.000 ton bagi masyarakat Sumsel terdampak covid-19.

“Kita terus melakukan aksi kemanusiaan melalui bantuan sosial beras untuk masyarakat yang terdampak covid-19. Sudah disiapkan 1.000 ton beras, dan saat ini sudah lebih dari 100 ton beras yang di­sa­lurkan,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah tidak tinggal diam dalam penanganan covid-19 dan semaksimal mungkin tetap memperhatikan masyarakat yang terdampak. “Semua kebijakan yang dilakukan pemerintah ini semata-mata untuk masyarakat. Sasaran kita seluruh masyarakat yang kemampuan ekonominya menurun selama pandemi,” ujarnya.

Bantuan sosial beras ini, lanjut dia, merupakan bansos di luar dari suplai pemerintah pusat. Beras ini berasal dari produksi petani Sumsel. “Beras adalah kebutuhan pangan utama masyarakat, dan beras ini berasal dari hasil produksi petani di Sumsel. Dengan begitu, beras dari petani terserap dengan harga yang baik juga,” tuturnya.

Pertumbuhan Ekonomi Membaik
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada kuartal II 2021 ini, pertumbuhan ekonomi di Sumsel tercatat membaik yakni mencapai 5,71%. Angka ini merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatra.

“Kabar baik untuk kita semua, di tengah pandemi saat ini, pertumbuhan ekonomi Sumsel tetap tertinggi se-Sumatra yakni 5,71%,” ucapnya.

Bahkan pada kuartal selanjutnya, Gubernur meyakini akan lebih meningkat. Hal itu karena Sumsel memiliki kekuatan dalam bidang pertanian, perkebunan, dan hortikultura.

Pihaknya terus berupaya melakukan berbagai cara agar perekonomian Sumsel tetap stabil kendati di tengah pandemi. Salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan penanganan Covid-19 yang tetap mempertimbangkan berbagai aspek, seperti aspek kesehatan, aspek sosial, dan terutama aspek ekonomi.

"Kita terus berupaya agar pandemi di Sumsel bisa tertangani dengan baik, dan perekonomian masyarakat tetap baik atau terkendali,” pungkasnya. (RO/S2-25)

 

BERITA TERKAIT