13 August 2021, 21:00 WIB

Polresta Bandar Lampung Ungkap Rumah Produksi Miras Oplosan Vodka dan Mansion House


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Nusantara

SATUAN Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Bandar Lampung  mengungkap rumah produksi minuman keras (miras) oplosan berbagai merk. Selain menangkap pelaku, petugas juga mengamankan ribuan barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Ino Harianto mengatakan,  pengungkapan kasus ini berasal dari informasi masyarakat. Saksi menyebut ada aktivitas mencurigakan di salah satu rumah di Jalan WR Supratman Kelurahan Kangkung Kecamatan Bumi Waras Bandar Lampung.

"Informasi tersebut kemudian pada Selasa (10/8) sekira pukul (15.30) WIB ditelusuri oleh petugas," ungkapnya, Jumat (13/8).

Setelah ditindaklanjuti, lanjut Ino, ditemukan satu rumah yang menjadi tempat produksi miras oplosan berbagai merk. Saat digrebek, para pelaku sedang melakukan kegiatan produksi. Dari pengungkapan ini,  petugas mengamankan enam tersangka yang punya peran masing-masing.

Pelaku inisial  H alias D (33) bertugas memasang tutup botol dan label/merk. Kemudian MH (42) mengemas botol ke dalam kardus dan mencuci botol bekas yang akan digunakan. Yang ketiga, M (43) meracik bahan miras dan pengepresan tutup botol dengan alat mesin pres. Lalu, EJ alias A (44) mengisi botol kosong dari tower penampungan miras oplosan.

Yang kelima, G alias S (39) pemilik modal, pemilik usaha dan sales marketing serta pengatur penjualan miras oplosan. Terakhir H als K (33) meracik bahan miras dan pengepresan tutup botol dengan alat mesin pres. Ino menyebut pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa 41 buah drum berisi bahan baku alkohol industri, 5000 botol kosong dan 48.000 lembar stiker label merk Vodka, 24.000 lembar stiker label merk Mansion House.

Adapun modus yang dilakukan oleh diduga para pelaku ialah meracik miras tanpa hak dan izin. Kemudian, menggunakan komposisi bahan kimia industri dengan metode racik sendiri dan memperdagangkan seolah-olah miras tersebut produksi resmi pabrik ternama sehingga mendapatkan keuntungan berlipat-lipat yang dilakukan sejak bulan Januari 2021.

"Hasil produksi miras oplosan ini, dipasarkan berdasarkan pesanan yang dikirimkan melalui jasa ekspedisi dan diantar dengan kendaraan sendiri menuju ke penerima, hasil pemeriksaan sementara, diduga pelaku mengatakan miras oplosan tersebut di kirim ke wilayah Bengkulu", pungkasnya.

Atas perbuatannya para pelaku bakal dikenakan pasal 140 UU RI No.18 Tahun 2012 Tentang Pangan Jo Pasal 62 UU RI No.8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Jo Pasal 204 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 55 KUHPidana. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT