13 August 2021, 20:30 WIB

BUMD dan Perusahaan Daerah Di Cianjur Bakal 'Disuntik' Dana Penyertaan Modal


Benny Bastiandy | Nusantara

SEJUMLAH BUMD atau perusahaan daerah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bakal 'diguyur' dana penyertaan modal. Saat ini, hal itu masih dalam pembahasan teknis untuk mendiskusikan sejauh mana pemanfaatan dana penyertaan modal itu terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Cianjur, Arief Purnawan, menjelaskan perusahaan daerah yang rencananya akan mendapatkan suntikan dana penyertaan modal di antaranya BUMD Cianjur Sugih Mukti, Lembaga Keuangan Mikro (LKM), Perumdam Tirta Mukti, serta BPR. Besaran suntikan dana penyertaan modal tiap perusahaan daerah itu bervariatif.

"Kami ingin melihat seberapa jauh bahwa Pentingnya penyertaan modal dalam rangka mengaktivasi agar perusahaan daerah bisa maju, tumbuh, dan berkembang," kata Arief sesuai rapat teknis penyertaan modal di Bale Prayoga Komplek Pendopo Cianjur, Jumat (13/8).

Pemkab Cianjur, kata Arief, tentu harus mengetahui terlebih dulu secara detail besaran dana penyertaan modal yang dibutuhkan setiap perusahaan daerah atau BUMD. Hal itu bagi Arief dipandang sangat penting untuk mengetahui pemanfaatan dan penggunaan modal tersebut.

"Sehingga strategi yang akan dilakukan perusahaan daerah itu bisa lebih spesifik dan teknis. Jadi harus ada grand design yang akan dilakukan setelah diterimanya penyertaan modal. Tapi dengan catatan, penyertaan modal ini harus berdampak terhadap pendapatan asli daerah," beber Arief.

Besaran penyertaan modal untuk BUMD Cianjur Sugih Mukti sekitar Rp10 miliar. Sedangkan untuk LKM dan BPR masing-masing Rp5 miliar.

"Pada prinsipnya, penyertaan modal ini untuk men-support. Nanti kita lihat lagi perkembangan tahun-tahun selanjutnya," pungkasnya. (BK/OL-15)

BERITA TERKAIT