11 August 2021, 16:45 WIB

Wali Kota Tebing Tinggi Ajak Umat Tingkatkan Ibadah Namun Tetap Waspada Covid-19


Apul Iskandar | Nusantara

MEMPERINGATI Tahun Baru Islam, Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan dalam sambutannya menyampaikan meskipun di tahun 1443 Hijriyah pandemi covid-19 masih cenderung meningkat namun ibadah, doa dan dzikir tidak boleh berkurang. Tapi dengan tetap selalu menjaga kesehatan dengan cara menerapkan protokol kesehatan.

"Dalam keadaan sempit, dalam keadaan lapang, Allah selalu menguji kita apakah kita masih mengingat Allah dalam keadaan seperti ini kita pikirkan betapa banyak saudara-saudara kita yang kehilangan orangtuanya, anak-anak kita yang kehilangan orangtuanya, yang kehilangan bapaknya ibunya kakaknya dan saudara-saudaranya akibat covid-19," kata Umar Hasibuan di Mesjid Agung Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Umar Hasibuan mengatakan pandemi covid-19 adalah sebuah ujian. Oleh karena itu kejadian pandemi covid-19 hendaknya dapat dijadikan sebuah momentum di tahun 1443 Hijriyah sebagai bahan koreksi dan evaluasi diri terhadap hubungan dengan Allah.

"Bahwa di Tebing Tinggi saja sudah lebih dari 63 orang yang berpulang ke Rahmatullah, ini menjadi ujian bagi kita. Oleh karena itu kepada kita semua, mari kita jadikan ini sebagai sebuah momentum kepada kita di tahun 1443 Hijriyah ini, apa yang telah kita perbuat, apakah Allah murka kepada kita, apakah Allah memang menguji kita, apakah Allah sayang kepada kita, dan semua dilakukannya agar kita benar-benar mau beriman dan bertakwa kepada Allah dengan sesungguh-sungguhnya bertakwa," tuturnya.

Menanggapi pandemi covid-19 yang masih terus meningkat di Kota Tebing Tinggi, ia mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang tak ada manfaatnya dengan cara mengadakan kegiatan fastabiqul khairat , melakukan pengayoman, pendidikan dan pembinaan, perhatian kepada kaum duafa, yatim piatu, ataupun kepada orang yang fisabilillah.

Sementara itu, Ustaz H. Achyar Zein dalam tausyiahnya menyampaikan hijrah diharapkan dapat memberikan nuansa baru untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dalam Islam.

"Dan pahamilah nikmat-nikmat hidup bahagia, bahagia hidup apabila hasil itu kita peroleh dari usaha kita sendiri, mengajarkan kita untuk itu. Nabi melakukan hijrah dan ini di ulangi beberapa kali di dalam Alquran. Saya mengingatkan  Bagaimana pentingnya hijrah itu di dalam kehidupan seorang pembaharu, seorang pemikir. Seseorang yang pembawa pesan moral diterima di tempatnya itu sudah hampir merupakan hukum alam tapi yang bersangkutan itu selalu diterima di tempat lain, sama halnya Rasulullah berdakwah di Makkah selama 13 tahun hanya 11 orang yang masuk Islam dan ajaran-ajaran yang dibawa oleh Rasulullah itu sama sekali tidak membumi di dalam kehidupan masyarakat Makkah karena apa. Karena mereka menganggap Rasulullah itu pemuda setempat," jelasnya.

Gelaran peringatan Tahun Baru Islam tersebut diakhiri dengan pemberian tali asih kepada 175 anak yatim piatu serta pemberian sembilan bahan pokok kepada 40 orang kaum dhuafa. (AP/OL-10)

BERITA TERKAIT