05 August 2021, 23:34 WIB

PLN Bangun 3 Tower Listrik di NTT yang Diterjang Badai Seroja


Insi Nantika Jelita | Nusantara

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membangun tiga tower saluran udara tegangan tinggi (SUTT) bertegangan 70 kilo Volt(kV) permanen di Nusa Tenggara Timur. Mengeluarkan biaya investasi sebesar Rp 9,9 miliar, PLN menyebut tower permanen ini sebagai pengganti tower darurat (tower emergency) yang rusak usai diterjang Badai Seroja yang melanda di provinsi tersebut pada April tahun ini.

"Pekerjaan ini adalah langkah akhir pemulihan pasca bencana alam Badai Seroja pada awal April 2021," Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN Syamsul Huda dalam keterangannya, Kamis (5/8).

Huda mengatakan, pengoperasian tiga tower ini dilakukan pada Selasa (3/8) dan ini dikatakan lebih cepat dari target awal yaitu 31 Agustus 2021. PLN menyebut, beroperasinya tiga tower permanen ini membuat kelistrikan di Pulau Timor menjadi lebih andal. Jalur transmisi Maulafa-Naibonat saat menggunakan tower darurat hanya beroperasi satu saluran saja, dengan tower permanen kini kembali menjadi dua saluran beroperasi.

"Tower darurat memang dibangun untuk sementara agar listrik dapat cepat menyala pasca bencana, sambil menunggu tower permanen ini selesai," tambah Huda.

Saat ini, lanjutnya, sistem kelistrikan Pulau Timor memiliki daya mampu 185 Megawatt (MW) dengan beban puncak 95 MW. Huda menambahkan, pembangunan tower ini dilakukan berdasarkan hasil survei oleh Universitas Nusa Cendana. Dari hasil survey tersebut, diketahui bahwa adanya retakan-retakan tanah dan longsoran yang cukup masif dan luas setelah Badai Seroja berlangsung.

Atas temuan tersebut, PLN mulai melakukan perencanaan dan sosialisasi dengan masyarakat sekitar untuk dilakukan pembersihan. Selanjutnya dilakukan pengecekan titik koordinat, pengujian campuran beton, dan mobilisasi alat berat untuk persiapan kerja. (OL-8)

BERITA TERKAIT