05 August 2021, 13:05 WIB

Gubernur Pastikan Tempat Tidur Pasien Covid-19 Ditambah 


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

GUBERNUR Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan memastikan akan ada penambahan tempat tidur di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Desa Air Anyir, Kabupaten Bangka. 

Ia mengatakan, penambahan tempat tidur ini seiring dengan terus bertambahnya pasien covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

"Kehadiran saya di sini sehubungan dengan rencana kita untuk menambah fasilitas untuk penanganan pasien covid dengan status berat, karena ruang isolasi berat baru ada 25 tempat tidur, sehingga fasilitas tempat tidur harus ditambah," kata Erzaldi. Kamis (5/8).

Sehingga ke depan rumah sakit ini bisa menampung 50 pasien dalam kondisi berat dan 50 pasien dalam kondisi sedang. Itu semua merupakan langkah Pemprov Babel dalam upayanya memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat. 

Namun, langkah Pemprov Babel ini juga harus didukung masyarakat dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat, agar penyebaran Covid-19 dapat ditekan.

"Ikuti aturan yang ditentukan oleh pemerintah dalam menjalankan PPKM Level 3 dan 4 di Babel, kita terus berupaya melakukan sosialisasi dan membuat kebijakan termasuk melakukan pendisiplinan masyarakat, tetapi kunci keberhasilan itu semua adalah kebersamaan kita bersama untuk mematuhi protokol kesehatan," tegasnya.

Melihat data lonjakan kasus, dirinya langsung memerintahkan Satgas Covid-19 Kota Pangkalpinang agar gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat, karena kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas, dengan tetap memperhatikan sektor ekonomi agar tidak terpuruk. 

"Pembatasan ini kita terapkan dengan tetap memperhatikan sektor ekonomi, kesehatan, aspek sosial, dan aspek lainnya. dengan harapan PPKM level 3 dan 4 di Babel bisa turun, maka pesan saya kepada petugas, layanilah masyarakat dengan hati yang tulus, penuh kesabaran, iklas dan humanis sehingga tidak timbul masalah baru,' ungkapnya. 

Gubernur dalam kesempatan itu juga menambahkan bahwa saat ini Pemprov Babel telah membuat ruang isolasi terpusat (isoter) dan segera dioperasikan mulai malam ini. 

"Kita akan akan terapkan strategi menjemput masyarakat masyarakat kita yang terpapar untuk diisolasi secara terpusat di Asrama Haji dan di Balai Latihan Kerja Industri dengan fasilitas seperti Hotel Bintang 3, jadi masyarakat jangan takut karena fasilitas yang kami berikan sangat ideal," ungkapnya. 

Isoter, menurut Gubernur, akan diikuti oleh Pemerintah Kabupaten/Kota guna memenuhi pelayanan kesehatan di Babel lebih baik. 

Sementara, Plt. Direktur RSUP Dr. (H.C) Ir. Soekarno, Bahrun Siregar Sutrisno kepada awak media menuturkan bahwa kondisi Instalasi Covid di RSUP memiliki daya tampung sebanyak 100 tempat tidur, dengan rincian 75 tempat tidur untuk penanganan pasien yang mengalami gejala sedang, sedangkan 25 tempat tidur untuk penanganan pasien gejala berat. 

"Mengingat tingkat kasus terpapar Covid-19 meningkat, maka pihak rumah sakit menambah sebanyak 10 tempat tidur untuk isolasi sedang, hal ini guna membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang terpapar sehingga dapat menghindari penularan di tengah masyrakat," ujar Bahrun. 

Kondisi saat ini ruang isolasi sedang telah menampung sebanyak 56 pasien. Sehingga Direktur Bahrun bersyukur dengan kedatangan Gubernur ke rumah sakit ini untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, seperti penambahan ruang untuk 25 tempat tidur dan rencana pembangunan pabrik oksigen berkapasitas 10 ton untuk mencukupi kekurangan oksigen di rumah sakit rujukan covid-19 di Babel. 

"Kebutuhan oksigen untuk penanganan Covid-19 sangat penting, maka kami usulkan rencana pembangunan pabrik oksigen, dan Gubernur setuju," pungkasnya.(RF/OL-10)

BERITA TERKAIT