05 August 2021, 07:30 WIB

Ketua IDI NTB: NTB tidak Sedang Baik-Baik Saja


Lidya Tannia Bangguna | Nusantara

KASUS covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB) naik drastis. Menurut keterangan Ketua IDI Wilayah NTB Doddy, kasus infeksi covid-19 di NTB hampir mencapai 21.000 kasus.

“Kita tidak baik-baik saja,” tegasnya.

“Lonjakan kasus, saat di Jawa trennya menurun, di NTB justru naik,” timpal Ketua IDI Cabang Mataram Rohadi melengkapi keterangan Doddy.

Baca juga: PT. Pelni Ternate Wajibkan Kartu Vaksin Covid untuk Penumpang

Menurutnya, tenaga kesehatan (nakes) sudah kelelahan, terlebih banyak nakes yang positif covid-19 sehingga jumlah tenaga kesehatan berkurang.

Doddy juga menginformasikan sebanyak 15% masyarakat NTB telah menerima dosis pertama vaksin covid-19 sedangkan dosis kedua baru diterima 5,94% masyarakat. Angka tersebut masih jauh dari yang diharapkan.

“Masih jauh dari harapan,” kata Doddy.

Menurut Doddy, angka vaksinasi yang rendah ini karena adanya kendala pendistribusian vaksin dari pusat ke NTB.

Ia mengatakan jumlah vaksin yang datang ke NTB tidak langsung banyak, melainkan sedikit-sedikit.

Ia mengatakan masyarakat NTB sebenarnya menyambut baik upaya vaksinasi ini dan tidak ada penolakan dari masyarakat.

Doddy pun mengatakan ia dan timnya sedang menggiatkan pelatihan untuk para vaksinator demi mempercepat vaksinasi covid-19.

Selain angka vaksin yang rendah, jumlah ketersediaan obat dan dokter spesialis paru, serta alat kesehatan, seperti ventilator dan oksigen, sangat kurang, terutama di Pulau Sumbawa.

Rumah sakit daerah NTB, yang menjadi rujukan utama covid-19 juga sudah tidak mampu menampung lagi.

“Sekarang operasi elektifnya hanya melayani emergency saja,” ujarnya.

Doddy dan Rohadi berharap pemerintah pusat semakin giat dalam memberikan bantuan bagi masyarakat maupun nakes di NTB.

Tidak lupa, mereka mengajak masyarakat Indonesia penyitas covid-19 agar mau membantu menyumbangkan plasma konvalesen demi membantu mempercepat kesembuhan para pasien covid-19. (OL-1)

BERITA TERKAIT