05 August 2021, 07:30 WIB

Tiga Penyandang Disabilitas Dapat Kaki Palsu dari PT TWC


Agus Utantoro |

 TIGA penyandang disabilitas menerima bantuan kaki palsu dari PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) agar mereka lebih berdaya dan mandiri.

"Melalui bantuan ini, diharapkan akan memberi kemudahan mobilitas bagi penerimanya," kata TJSL & SME Founding Manager Bambang Sarwo Eddy, Rabu (4/8).
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bambang Sarwo Eddy didampingi TJSL & SME Founding Implementation AM Ismi kepada penerima manfaat, yaitu Sudiyono Andi Nugroho dan Fitriyanto Santoso.

"Di tengah keterbatasan akibat pandemi ini, kami tidak berhenti. Kami upayakan program yang dilakukan sesuai dengan nilai-nilai SDGs (Sustainable Development Goals) sebagai landasan untuk melaksanakan Program TJSL, di antaranya mewujudkan kehidupan yang sehat dan sejahtera," ungkap Eddy di Prambanan, Sleman.

Menurut dia, dengan adanya kaki palsu itu, ketiga penerima dapat kembali keraktivitas dan lebih produktif. Dari pengukuran hingga selesainya pembuatan kaki palsu, memerlukan waktu yang relative tidak pendek. Prosesnya mencapai dua bulan, meliputi pengukuran awal, pengepasan ukuran kaki palsu dan sentuhan akhir.

"Kaki palsu ini kami garap sedemikian presisi agar para penerima manfaat bisa nyaman memakainya di kala beraktivitas," tambahnya.

Salah satu penerima, Sudiyono Andi Nugroho menyampaikan terima kasihnya dan merasa beruntung bisa mendapatkan kaki palsu ini. Menurut pengakuannya, dirinya kehilangan kaki kanannya dalam satu kecelakaan kerja, yang membuatnya kehilangan harapan.

"Keluarga terutama anak-anak saya yang pertama memberi semangat dan mengikhlaskan apa yang telah terjadi. Saya pun bersemangat kembali," ungkapnya.

Terlebih adanya bantuan kaki palsu ini, diakui akan menambah gairah kerja dan semangat untuk beraktivitas di masa pandemi. Namun untuk dapat beraktivitas, Sudiyono yang seari-harinya bekerja sebagai buruh tani mengaku masih harus belajar dan membiasakan diri untuk memakai kaki agar sesuai dengan aktivitasnya.

"Tentunya saya berterimakasih atas bantuan yang sangat saya butuhkan ini. Kalau tidak melalu bantuan ini, saya mungkin kesulitan karena harganya cukup mahal," kata warga Sambirejo, Prambanan, Sleman yang bekerja sebagai buruh tani ini.

Penerima manfaat lainnya, Fitriyanto Santoso berharap program bantuan kaki palsu ini bisa diperluas agar bisa menjangkau teman-teman disabilitas lainnya.

Pria yang kehilangan dua kaki karena kecelakaan tunggal ketika berkendara ini bersyukur menerima kaki palsu dari PT TWC yang sesuai dengan ukuran tubuhnya.

"Pasti ada banyak teman disabilitas yang sebenarnya ingin berkegiatan, ingin produktif, namun karena kekurangannya, menjadi pribadi yang pasif. Kami berharap bantuan ini bisa menjangkau daerah-daerah lainnya," ujarnya.

Eddy menambahkan bahwa menumbuhkan kesadaran untuk mendukung para disabilitas ini butuh kerjasama lintas sektor yang saling bersinergi.

"Kami jelas tidak mampu berbuat banyak hal. Namun kami ingin mengajak berbagai pihak untuk turut serta membangun kesadaran  dan bersinergi untuk menyelesaikan masalah ini bersama-sama," imbuhnya. (OL-13)

Baca Juga: Isolasi Mandiri Selesai, Yoo Jae Suk Lanjutkan Aktivitas

BERITA TERKAIT