04 August 2021, 09:25 WIB

Pemkab Malang Berdayakan Penggilingan Padi Untuk Bansos Beras


Bagus Suryo |

PEMERINTAH Kabupaten Malang, Jawa Timur, memberdayakan penggilingan padi untuk pengadaan beras bantuan sosial bagi warga terdampak pandemi
covid-19.

"Beras sudah disalurkan selama PPKM. Setiap warga mendapatkan paket beras 10 kg," tegas Kepala Seksi Ketersediaan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang Reny Kusumawati, Rabu (4/8).

Ia menjelaskan memberdayakan penggilingan padi ini untuk penguatan ekonomi sejalan dengan penyaluran bansos beras. Tujuannya agar perputaran uang tetap berada di desa.

Penyerapan beras sekaligus membantu petani karena harga gabah kering panen sedang turun semula Rp4.800 per kg menjadi Rp4.300-Rp4.500 per kg.  Namun, posisi harga itu masih lebih tinggi ketimbang harga pembelian pemerintah yang dipatok Rp4.200 per kg.

"Harga gabah di Kabupaten Malang cukup tinggi karena kualitasnya bagus sehingga Bulog kesulitan menyerap. Karena itu kita memberdayakan penggilingan untuk bansos," katanya.

Selain bansos beras, Pemkab juga menyalurkan bantuan bibit sayur dalam program pekarangan pangan lestari. Bibit ditanam memanfaatkan lahan sekitar rumah. Hasil panennya untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.

Pelatihan ketahanan pangan pun terus dilakukan melibatkan kader pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK).

Kendati stok pangan di Kabupaten Malang dalam kondisi aman, tetapi berbagai upaya pencegahan dan penguatan berusaha menuntaskan 20 desa yang masih rawan pangan. Dengan demikian program pekarangan lestari menjadi salah satu solusi menuju desa mandiri dan tahan pangan.(OL-13)

Baca Juga: Pemkab Jembrana Luncurkan Aplikasi Penyaluran Bansos agar Tepat Sasaran

BERITA TERKAIT