01 August 2021, 09:30 WIB

Hasil Evaluasi PPKM di Kalsel Dilaporkan ke Pusat


Denny Susanto | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaporkan hasil evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama sepekan pertama di wilayah tersebut kepada pemerintah pusat. Penyebaran covid-19 di Kalsel belum ada tanda-tanda mereda.

Sabtu (31/7), Penjabat Gubernur Kalsel Safizal ZA melaporkan langsung perkembangan dan evaluasi PPKM dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tiro Karnavian.

Di Kalsel, ada dua daerah yang melaksanakan PPKM level 4 yaitu Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru.

Baca juga: Akpol 91 dan Polresta Banyumas Sediakan 4.000 Dosis Vaksin kepada Warga

Sedangkan 11 kabupaten lain di wilayah itu melaksanakan PPKM level 3, yang dimulai sejak 26 Juli 2021.

Selain melaporkan perkembangan angka kasus pasien covid-19, Safrizal juga melaporkan upaya penambahan tempat tidur pasien di sejumlah rumah sakit.

Dia juga melaporkan Penyiapan tempat isolasi khusus di kabupaten/kota, hingga upaya peningkatan testing, protokol kesehatan, tes antigen dan vaksinasi massal.

"Banyak hal yang kita laporkan terkait pelaksanaan PPKM dan hasil evaluasi di lapangan," tutur Safrizal.

Salah satu hal yang menjadi perhatian khusus adalah masalah ketersediaan oksigen. Dalam kesempatan rakor itu, Pemprov Kalsel meminta
arahan Menko Perekonomian terkait kemudahan mengakses atau mendapatkan pasokan oksigen medis.

Stok oksigen di Kalsel sempat menipis seiring terus melonjaknya jumlah pasien covid-19. Saat ini, Pemprov Kalsel terus berupaya mencari sumber pasokan oksigen dari berbagai daerah di Tanah Air.

Sementara itu, hingga Minggu (1/8), angka kasus positif covid-19 di Kalsel terus meningkat tajam. Tercatat jumlah kasus positif covid-19
mencapai 48.001 kasus, bertambah 720 kasus dibandingkan sehari sebelumnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT