30 July 2021, 10:52 WIB

Di DIY, Luhut Beberkan Cuma 6,1% Pasien Covid-19 Dirawat di RS


Insi Nantika Jelita | Nusantara

MENKO bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar mengungkapkan adanya data hanya 6,1% pasien covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Dengan demikian, DIY dianggap menjadi provinsi dengan persentase perawatan RS untuk pasien covid-19 terendah di antara seluruh provinsi di Pulau Jawa dan Bali.

"Padahal secara umum bisa mencapai sampai 20% pasien yang butuh dirawat di rumah sakit, sehingga situasi yang terjadi di DIY bisa menjelaskan mengapa angka kematian itu tinggi," ucap Luhut dalam rapat koordinasi (rakor) penanganan covid-19, Kamis (29/7).

Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan dari 34.732 kasus aktif di DIY, hanya 2.115 yang dirawat di RS. Selain itu, Luhut menyebutkan angka kematian di provinsi itu terus meningkat sejak kapasitas tempat tidur RS (BOR) menembus angka hampir 80%.

"Kapasitas RS sudah hampir full. Oleh karena itu, saya minta kepada Pemprov dan Pemkab/Pemkot di DIY agar segera melakukan konversi TT (tempat tidur) Non-Covid menjadi Covid di RS," perintahnya.

Dengan konversi tersebut, Luhut berharap secara keseluruhan angka konversi TT dapat mencapai 50% sehingga pasien dengan gejala berat dapat ditangani di RS.

Baca juga: Dokter Tirta Anggap Yogyakarta Terburuk Tangani Covid-19

Menguatkan pernyataan Menko Luhut, Menkes Budi Gunadi Sadikin telah mendapatkan laporan dari beberapa RS di Yogyakarta soal tingginya angka kematian pasien yang akhirnya meninggal di RS.

"Saya sudah datang ke DIY dan berbicara dengan teman-teman dokter di DIY, memang banyak yang masuknya sudah dengan saturasi rendah sehingga wafat," tuturnya.

Dengan tingkat saturasi yang rendah itu, menurut Budi, masyarakat Jogja yang terjangkit covid-19 dengan gejala berat perlu mendapatkan akses perawatan baik di RS ataupun di fasilitas Isolasi Terpusat (Isoter).

Untuk membantu penanganan pasien yang sedang Isoman dan dirawat di RS, Luhut menegaskan bahwa pemerintah pusat baru saja mengirimkan 150 buah konsentrator oksigen.

"Kita juga baru mendapatkan bantuan 10 ISO Tank untuk oksigen, nanti akan kita deploy (kirim) ke Yogyakarta," tuturnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT