29 July 2021, 03:05 WIB

Ratusan Hektare Sawah Di Manggarai Barat Alami Kekeringan


John Lewar | Nusantara

RATUSAN hektare sawah di tiga kecamatan di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak bisa digarap akibat mengalami kekeringan. Kondisi ini terjadi di Kecamatan Komodo, Kecamatan Lembor Selatan, dan Kecamatan Boleng. 

"Sejumlah drainase dari irigasi persawahan di beberapa wilayah itu mengering sebagai akibat dari dampak kekeringan," ungkap Ismail Lemilau, tokoh masyarakat Desa Macan Tanggar, Kecamatan Komodo, Rabu (28/7).

Dia mengaku di tahun-tahun sebelumnya wilayah persawahan di desa Tiwu Nampar, desa Macang Tanggar dan desa Golo Bilas dikerjakan dua kali dalam setahun namun di tahun ini hanya sekali saja masa panen akibat ketiadaan pasokan air dan kekeringan hebat. "Dampak dari kekeringan itu warga setempat terpaksa mengkonsumsi air dari sejumlah selokan kali yang masih tersisa,"katanya.

Hal serupa juga dikemukakan Yeremias Dompo kondisi serupa juga dialami para petani di Terang Boleng, Kecamatan Boleng. Ratusan hektare sawah tak bisa dikerjakan akibat kekeringan yang terjadi saat ini.

Sebelumnya Kepala Dinas ketahanan pangan Kabupaten Manggarai Barat, Yeremias Ontong dikonfirmasi mengaku kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Manggarai Barat masih mencukupi hingga 4 bulan kedepan. Yeremias menuturkan petani di wilayah Manggarai Barat umumnya dalam memasuki masa panen lebih dari target hasil panen 4 kali lipat. (OL-15)

BERITA TERKAIT