29 July 2021, 00:31 WIB

Kebakaran Di Puncak Gunung Ile Lewotolok Meluas


Alexander Taum | Nusantara

KEBAKARAN akibat lontaran lahar panas di puncak Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (28/7) terus meluas dan sulit dikendalikan. Kebakaran terus meluas ke arah selatan hingga barat daya. 

Kobaran api sudah mencapai sekitar 1,8 kilometer dari puncak. Diperkirakan, kebakaran telah menghanguskan lebih dari 50 hektare lahan di puncak gunung dengan ketinggian 1.423 mdpl itu.

Kepala Kesatuan Perlindungan Hutan (KPH) wilayah Lembata, Linus Lawe,  malam menyebutkan, pihaknya hanya dapat memantau serta berkoordinasi dengan para pihak guna membantu proses pemadaman,jika kebakaran telah melewati radius 3 km dari puncak.

"Kami sedang koordinasi dengan pemdes. Butuh pertimbangan termasuk info akses dan topografi. sementara titik api masih berada pada radius 3 km," ujar Linus Lawe.

Sementara itu, Kepala Pos Pemantau Gunung Berapi Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian, menyebut, lontaran material pijar juga mengancam kestabilan area lapuk. Menurutnya, bisa saja terjadi longsoran khusus area Timur Tenggara.

Disebutkan, Seismik sampai saat ini cendrung menurun, tetapi dengan catatan kegempaan cendrung memiliki frekuensi tinggi. "Artinya masih ada suplay magma ke permukaan dan masih berpotensi  erupsi," ujar Stanislaus.

Menurutnya , tindakan yang bisa dilakukan saat ini adalah  masyarakat harus mengikuti rekomendasi PVMBG yakni radius 3 km dari puncak tidak ada aktivitas masyarakat. Warga juga dihimbau Waspadai dampak langsung lontaran lava pijar yang  bisa saja terjadi ke segala arah. (OL-15)
 

BERITA TERKAIT