28 July 2021, 08:50 WIB

TNI AU Minta Maaf Terkait Insiden Penganiayaan Warga di Merauke


Henry Hokianto | Nusantara

TNI Angkatan Udara (AU) mengungkapkan penyesalan dan permohonan maaf atas insiden penganiayaan warga oleh dua anggota Pomau Lanud JA Dimara Merauke di sebuah warung makan, di Merauke, Senin (27/7).

"Saya, selaku Kepala Staf Angkatan Udara ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh saudara kita di Papua, khususnya warga di Merauke, terkhusus lagi kepada korban dan keluarganya," ujar Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, dalam video yang diterima Media Indonesia, Rabu (28/7).

"Hal itu terjadi semata-mata karena kesalahan dari anggota kami dan tidak ada niatan apapun juga apalagi berupa perintah kedinasan," lanjutnya.

Baca juga: Polisi Medan Tangkap Preman Pemalak Sopir tapi Tidak Ditahan

Kasau kemudian berjanji melakukan evaluasi terhadap anggotanya dan akan menindak tegas mereka yang melakukan kesalahan.

"Sekali lagi saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya. Mohon dibuka pintu maaf, hanya itu saja yang ingin saya sampaikan, terima kasih," pungkas Fadjar.

Insiden yang diawali keributan antara seorang warga, yang diduga mabuk, dengan pemilik warung itu kemudian melibatkan dua anggota Pomau yang bermaksud melerai.

Kini, insiden itu dalam penanganan petugas Lanud JA Dimara Merauke.

Kedua anggota Pomau Lanud Merauke itu kini sudah ditahan dan dalam pengawasan Komandan Lanud JA Dimara Merauke.    

Proses penyidikan sedang dilakukan oleh Pomau Lanud Merauke.

TNI AU akan mengevaluasi kejadian tersebut dan tidak segan-segan memberikan sanksi sesuai tingkat kesalahan mereka. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT