27 July 2021, 18:41 WIB

Tuban Kerahkan Ratusan Petugas Untuk Tracing Covid-19


M Yakub | Nusantara

SEBANYAK 925 petugas gabungan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (27/7) dikerahkan untuk melakukan tracing digital dan lapangan terhadap masyarakat yang kontak erat dengan warga terkonfirmasi positif Covid-19. Upaya ini untuk memutus jaringan sebaran Covid-19 di kabupaten setempat.

Ratusan petugas gabungan itu berasal dari Polres, TNI, petugas Posyandu dan relawan Sentra Komunikasi (Senkom). "Hari ini kita lepas tracer dari TNI, Polri yang diawaki oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas dibantu dari relawan, tadi ada 40 anggota Senkom yang mewakili masing-masing kecamatan dan juga ada tracer dari kader posyandu," ungkap Kapolres Tuban AKB Darman usai pimpin apel pemberangkatan di Mapolres Tuban.

Diharapkan dengan adanya tracer digital dan tracer lapangan ini dapat membantu kerja Satgas dalam. menangani pandemi. "Mudah-mudahan dengan keberadaan mereka bisa membantu untuk melacak kontak erat dari warga yang terkonfirmasi maupun meninggal karena Covid-19," jelasnya.

Ia menjelaskan peran dari tracer adalah membantu tugas dari Babinsa maupun Bhabinkamtibmas untuk melakukan tracing kepada masyarakat yang kontak erat dengan warga terkonfirmasi positif Covid-19.

"Dengan Tracer yang berada ditengah masyarakat di kampung RT atau RW bisa melacak siapa yang kontak erat, sehingga kita bisa lakukan testing, jika positif kita isolasi terpusat, mudah-mudahan dengan adanya tracer ini bisa membantu mengisolisir masyarakat yang terdampak Covid-19," tambah Darman.

Darman juga menyatakan, jumlah personel yang dilibatkan dalam Tracer ini mencapai 925 orang. Rinciannya, sebanyak 328 personel Bhabinkamtibmas, 229 personel Bhabinsa, 40 anggota relawan Senkom serta seluruh kader Posyandu yang berjumlah 328 orang. Semua personel itu akan turun langsung untuk melakukan tracing kepada masyarakat yang kontak erat.

"Ibu-ibu kader posyandu sangat antusias, kita targetkan masing-masing bisa melakukan tracer minimal 15 orang yang kontak erat. Nanti dari 15 orang yang kontak erat bisa teridentifikasi siapa yang positif nantinya akan diisolasi secara terpusat ditempat isolasi yang sudah disiapkan," papar Kapolres.

Dia juga menjelaskan, perbedaan tracer digital dengan tracer lapangan. Menurut Darman,  perbedaan terletak pada cara melakukan Tracing kepada masyarakat yang kontak erat. "Kalau tracer digital itu by phone, jadi cara tracing kepada yang kontak erat ditelusuri di tanyai melalui telepon, kalau yang tracer lapangan itu langsung ketemu orangnya tentunya dengan protokol kesehatan," pungkasnya. (OL-15)
 

BERITA TERKAIT