27 July 2021, 15:18 WIB

Tiga Anak Rimba Lolos Masuk Sekolah Polisi Polda Jambi


Solmi | Nusantara

RAJIN pangkal pandai. Ungkapan itu rasanya tepat ditujukan kepada tiga anak Orang Rimba di Jambi yang baru saja lolos dan resmi mengenyam pendidikan lebih tinggi di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda Jambi.

Satu dari tiga anak Orang Rimba (Suku Anak Dalam) adalah Perbal Tampung. Dia adalah anak laki-laki dari Cangking, anggota kelompok Orang Rimba pimpinan Tumenggung Bebayang yang berdomisili di sekitar hutan Taman Nasional Bukit Duabelas, di wilayah Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Perbal, semenjak Senin (26/7), resmi menimba ilmu kepolisian di kampus SPN Polda Jambi yang terletak di Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, mengawali pendidikannya dengan belajar baca tulis hitung dari dalam hutan, dibimbing fasilitator pendidikan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi.

Setelah memiliki kemahiran baca tulis dan berhitung, KKI Warsi membantu menjembatani Perbal untuk bersekolah di sekolah formal. Berhasil, Perbal diterima menjadi siswa kelas jauh SD Air Panas Kecamatan Air Hitam Sarolangun. Lulus sekolah dasar, Perbal diterima melanjutkan pendidikan ke SMP 12 Sarolangun, Kecamatan Air Hitam, dengan metode kelas jauh.

"Keberhasilan anak-anak rimba melanjutkan pendidikan kedinasan di Kepolisian Republik Indonesia, merupakan kado yang paling indah di Hari Anak Nasional 2021 ini," ungkap salah seorang fasilator pendidikan Orang Rimba KKI Warsi Jauharul Maknun, yang menjadi guru Perbal di rimba.

Baca juga: Merdeka Belajar Untuk Kemandirian Orang Rimba

Tidak hanya Perbal, Jeni Adi Saputra anak laki-laki dari Ngilo, salah satu pimpinan kelompok Orang Rimba di daerah Pauh Menang, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Merangin, juga diterima menjadi siswa SPN Polda Jambi.

Jeni menempuh pendidikan sekolah formal semenjak 2008. Waktu itu, kelompok Ngilo kebetulan sudah berakses dekat kehidupan masyarakat di daerah transmigrasi di Merangin. Hanya saja anak-anak Orang Rimba masih belum bisa bersekolah karena adanya perbedaan yang tajam antara anak rimba dan anak transmigrasi.

"Kami senang dan bersyukur. Negara makin mengakui keberadaan Orang Rimba. Akhirnya banyak yang mendukung pendidikan anak sanak-sanak kami. Termasuk dari Rajo Polisi," ujar Ngilo yang berharap sukses anaknya membangkitkan semangat Anak Rimba di Jambi untuk bersekolah sungguh-sungguh.

Sedangkan anak Orang Rimba ketiga yang lolos adalah Seri Santoso. Berperawakan tinggi, Seri adalah putra dari Orang Rimba bernama Prencam yang menempati Perumahan Sosial Pasir Putih Desa Dwi Karya, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo.

Menurut Staf Humas KKI Warsi Sukmareni, dalam mendorong pendidikan di lingkungan Orang Rimba, pada tahap awal Warsi melakukan sosialisasi dan memotivasi kepada Orang Rimba untuk memberikan waktu kepada anak-anak untuk belajar dan bersekolah.

Pada satu sisi, Warsi juga melakukan pendekatan kepada pemangku sekolah formal berikut wali siswa setempat untuk menerima anak-anak Orang Rimba mengenyam bangku sekolah formal. Sebelum sekolah formal, anak-anak rimba diberi pembekalan pendidikan awal, seperti pengenalan huruf dan angka. Tidak kalah penting, untuk menyesuaikan dengan kehidupan di luar rimba, anak-anak Orang Rimba diajarkan mandi dan sikat gigi sebelum sekolah.

Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen A. Rachmad Wibowo usai membuka kegiatan pendidikan 663 orang siswa Siswa Bintara Diktukba Polri TA 2021 di SPN Polda Jambi, berharap ketiga orang anak dari keluarga Orang Rimba Jambi yang ikut pendidikan di SPN dapat menjadi teladan masyarakat Jambi, terutama bagi masyarakat Orang Rimba.

"Siswa Diktukba Polri yang berasal dari SAD (suku anak dalam) harus menjadi pelopor dan teladan bagi warga SAD lainnya. Semoga siswa yang masuk pada pendidikan tahun 2021 bisa menjadi motivasi untuk pendidikan siswa Bintara tahun berikutnya," kata Rachmad Wibowo.(OL-5)
 

BERITA TERKAIT