27 July 2021, 07:36 WIB

Pasien Covid di Isolasi Terpusat di Sikka Tinggal 12 orang


Gabriel Langga | Nusantara

TINGKAT kesembuhan pasien Covid-19 yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) yang menjalani karantina terpusat di belakang gedung Coklat Sikka, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur terbilang cukup tinggi.

Kepala Seksi Logistik BPBD Kabupaten Sikka, Eman Sadipun kepada mediaindonesia.com, Senin (26/7) mengatakan banyak pasien Covid-19 yang
menjalani karantina terpusat sudah dinyatakan sembuh dan telah kembali ke rumah mereka masing-masing. Kini tinggal 12 orang pasien Covid-19 yang menjalani karantina di sana.

"Awalnya ada sekitar 70 puluhan pasien Covid-19 yang jalani karantina terpusat. Kini hanya sisa 12 pasien Covid-19 saja yang masih dirawat. Sedangkan yang lain sudah pulang ke rumah masing-masing dikarenakan telah dinyatakan sembuh," papar Eman.

Pasien yang menjalani karantina terpusat, jelas dia, diprogram dengan sejumlah kegiatan seperti senam pagi setiap hari untuk kebugaran pasien. Seusai senam pagi, petugas tim medis Satgas Covid-19 langsung melakukan screening dan pengecekan kesehatan mereka. Selanjutnya, petugas memberikan obat sesuai keluhan masing-masing pasien.

"Kesehatan mereka selalu pantau. Kita juga sediakan makan dan minum, juga makanan dan minuman tambahan. Kesehatan mereka juga diperhatikan oleh tim medis Satgas Covid-19. Ini juga salah satu faktor yang membuat banyak pasien Covid-19 yang menjalani karantina terpusat banyak yang sembuh," kata Eman.

Di lokasi karantina terpusat ini, jelasnya, tersedia juga dispenser khusus untuk kebutuhan air panas bagi para pasien. Kebutuhan pasien berusaha kami penuhi termasuk untuk mandi juga disediakan.

Bagi pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh, lanjut dia, diberikan surat bebas Covid-19 sebagai bukti pasien tersebut telah sembuh. Mereka yang sembuh diminta selalu ikuti protokol kesehatan dengan istilah 5M, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari kerumunan dan menghindari mobilitas. (OL-13)

Baca Juga: Awan Panas Gunung Merapi Meluncur Hingga 2.500 Meter

 

BERITA TERKAIT