26 July 2021, 11:50 WIB

Jasa Tirta II Berkolaborasi Kembangkan PLTS dan PLTB 200 Mw


Reza Sunarya | Nusantara

EMPAT perusahaan yakni PT Jasa Tirta II, PT Nindya Karya (Persero), PT Danareksa (Persero) dan PT Vena Energy Indonesia sepakat bekerjasama dalam bidang Pengembangan energi terbarukan, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Angin (PLTB) di wilayah kerja Perum Jasa Tirta II.

Program Kerjasama dalam bidang pembangkit listrik tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan oleh Direktur Pengembangan
Bisnis Jasa Tirta II Indriani Widiastuti, Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT Nindya Karya (Persero), Moeharmein Zein Chaniago,  Direktur Investasi PT Danareksa (Persero), Christophorus Dedy Setiawan Soemijantoro serta Direktur Utama PT Vena Energy Indonesia, Bilma Rachmadi Ganie, Kamis (22/7) lalu.

Baca juga: PLN akan Pensiunkan PLTU Secara Bertahap

Direktur Utama Jasa Tirta II Imam Santoso menyampaikan kerjasama dan kolaborasi dengan Perusahaan lainnya untuk menciptakan peluang strategis pengembangan usaha Jasa Tirta II dalam bidang energi baru terbarukan.

Kolaborasi ini bertujuan mengembangkan Proyek PLTS dan/atau PLTB yang meliputi aspek transfer pengetahuan, perkiraan teknis dan komersial serta investasi dan pendanaannya.

"Kerjasama ini melingkupi pengembangan, perencanaan, dan perancangan PLTS dan PLTB yang direncanakan akan menghasilkan total kapasitas sampai dengan 200 MW dan berlokasi di wilayah yang berada dalam pengelolaan Jasa Tirta II," kata Imam Santoso, Senin (26/7).

Imam Santoso mengatakan menjadi inisiasi kerjasama strategis terkait dengan penyusunan Pra Studi Kelayakan dan Studi Kelayakan Rencana Kerjasama meliputi bidang hukum/kelembagaan, teknis dan finansial untuk pengembangan SPAM dan EBT.

"Kami berharap kerjasama ini menciptakan peluang strategis untuk perkembangan usaha berbagai pihak dengan melihat sumber daya yang ada. Terutama untuk pengembangan PLTS/PLTB," ungkap Imam.

Dikatakan Imam, kerjasama ini dapat mendukung agenda transformasi Jasa Tirta II dalam hal optimalisasi aset dengan melihat peluang nilai (value creation) dan nilai tambah (value added) pada sumber daya yang ada, serta pengembangan bisnis Perusahaan. (OL-13)

Baca Juga: Kerap Beritakan Perjudian Wartawan di Medan Disiram Air Keras

BERITA TERKAIT