26 July 2021, 11:28 WIB

Kerap Beritakan Perjudian Wartawan di Medan Disiram Air Keras


Puji Santoso | Nusantara

SERANGAN dan kekerasan terhadap wartawan di Sumatera Utara kembali terjadi. Kali ini menimpa Pimpinan Redaksi media online www.jelajahperkara.com,  Persada Bhayangkara Sembiring (25).

Korban mengalami tindakan kekerasan diserang OTK dengan cara menyiramkan air Keras ke wajahnya di daerah Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara Minggu (25/7) malam sekitar pukul 21.40.

Kepada Media Indonesia, saksi mata yang juga rekan korban sesama wartawan media online, Bonni Manullang, Senin (26/7) mengatakan, pelaku penyiraman menggunakan sepeda motor Yamaha, jenis Viksion berperawakan tinggi kurus dengan berboncengan.

Menurut Bonni, sebelum kejadian, beradasarkan penuturan korban, korban sedang menunggu seseorang berinisial HST di kawasan Simpang Selayang, Padangbulan, tidak jauh dari Kampus USU. Namun tidak berselang lama tiba tiba datang dua orang pria yang tidak dikenalnya langsung mendekati korban dengan menggunakan sepeda motor jenis Viksion. Tanpa berbicara apapun salah satu dari keduanya turun dari motornya dan langsung menyiramkan sesuatu cairan ke bagian wajahnya yang belakangan diketahui adalah bahan kimia jenis air keras.

Akibat penyiraman air keras itu, menurut Bonni, wajah korban terluka parah, langsung bengkak dan melepuh. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit Adam Malik.

Bonni menduga serangan terhadap korban ini akibat pemberitaan tentang perjudian yang diberitakan media online yang dipimpin korban. Korban sejauh yang diketahuinya adalah termasuk salah satu wartawan yang selalu aktif memberitakan perjudian di Kota Medan dan daerah lain.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sumatera Utara, Hermansyah, maupun Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumut Zulfikar Tanjung mengutuk kejadian ini. Mereka mengharapkan aparat kepolisian segera mengungkap kasus ini sekaligus menangkap para pelaku penyiram air keras ini.

"Kami mengharapkan pihak kepolisian mengungkapkan peristiwa ini. Karena sudah sering kali wartawan di Sumatera Utara ini diserang bahkan ada yang dibunuh akibat pemberitaan," kata Hermansyah. (OL-13)

Baca Juga: Terhenti di Beregu, Tim Panahan Indonesia Fokus ke Perorangan

 

 

BERITA TERKAIT